Kepala BPKAD Kukar Sukotjo melalui Pejabat Penatausaha Keuangan (PPK) Juriansyah menjelaskan, tahun 2024 secara presentasinya menjadi tahun tertinggi selama 5 tahun terakhir dalam menyalurkan anggaran dengan realisasi Rp1,1 Triliun atau rata-rata 97,19 persen.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang hanya mencapai 80-90 persen, disesuaikan dengan anggaran pagu daerah. Besaran tersebut terbagi secara menyeluruh seperti adanya operasional dan dominasi penyaluran DD.
“Capaian BPKAD tahun ini lebih mendominasi ke Dana Desa dan telah dialokasikan juga terserap 100 persen,” kata Juriansyah kepada Korankaltim.com Kamis (30/1/2025).
Adapun penyaluran Dana Desa ini disesuaikan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kukar yang mengusung pembangunan menyeluruh mulai dari desa.
“Alokasi ini dari pemerintah pusat turun ke daerah jadi posisi kami ini in out dan teknisnya nantinya kepada DPMD dan kecamatan,” sebutnya.
Berkenaan alokasi Anggaran Dana Desa (ADD) yang diberikan oleh pusat akan disalurkan melalui Dana Bagi Hasil dengan kalkulasi 10 persen, yang kemudian akan ditindak lanjuti oleh dinas terkait.
Sementara dalam tahun 2025 penyaluran anggaran direncanakan membidik bidang kesehatan masyarakat dan ketahanan pangan.
“Tahun ini direncanakan fokus utama di kesehatan masyarakat dan ketahanan pangan, target khusus dari BPKAD ini sebagai penyalur dana, harapannya 100 persen tersalurkan,” tutupnya.
Editor: Aspian Nur