Banjir ini sering terjadi setiap kali siklus hujan deras yang menyebabkan debit banjir meningkat di Jalan Tambak Rel. Diperkirakan ketinggian air mencapai 15 Cm.
Musliana (35), salah satu warga setempat, sedang mempersiapkan untuk menaikkan kendaraannya ke halaman rumahnya. Ia khawatir air akan semakin tinggi jika hujan deras terus berlangsung.
“Baru aja beberapa waktu lalu banjir, ini kembali terjadi lagi, kalau di lihat-lihat bakal naik ini selutut,” ucapnya kepada Korankaltim.com.
Musliana mengeluhkan, selama musim hujan ini hampir semua warga RT 14 Kelurahan Baru harus siap siaga. Untungnya, sebagian rumah telah dinaikkan untuk mengantisipasi banjir.
“Kasusnya sama air got itu sudah beleber kemana-mana, rumah warga banyak, alirannya terbatas makannya sulit menampung air,” tuturnya.
Ia bersama warga lainnya berharap ada perhatian dari pihak terkait mengenai persoalan banjir ini, meskipun sering kali peristiwa tersebut hanya dianggap sebagai banjir lewat yang akan surut dengan sendirinya.
“Semoga ada perhatian dari pemerintah, meskipun katanya ini banjir lewat saja,” tuturnya.
Beberapa pengendara roda empat dan roda dua juga mengeluhkan hal serupa, mereka menilai ini menjadi fenomena rutin ketika hujan turun.
“Mau keluar takut-takut karena rusak mesin kendaraan kalau dipaksa keluar,” ujar warga setempat, Fajar (40).
“Semoga aja gak sampai selutut, susah orang mau beraktivitas, mana ini jalan utama disini,” tambahnya.
Fajar bersama warga yang lain berharap, ada perhatian khusus dari pemerintah mengenai persoalan ini, agar segera dituntaskan.
“Harapannya semoga bisa segera ada jawaban dari pihak terkait, mengingat banyak juga rumah warga disini pasti dibutuhkan saluran air yang memadai,” tutupnya.
Diketahui, saat ini cuaca di Tenggarong masih dilanda hujan lebat disertai petir yang menyambar beberapa kali.
Editor: Erwin