Peresmian ini menurut ARianto sebaga bentuk implementasi dedikasi Kukar Idaman yakni program keluarga peduli kesehatan. DPMD melaksanakan tugas revitalisasi dan optimalisasi peran fungsi posyandu dengan pembangunan gedung posyandu dan sarana prasarana (sapras) posyandu.
Program keluarga peduli kesehatan ini ada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ada pada Dinas Kesehatan (Dinkes) dan ada di DPMD. Untuk Dinkes itu bagaimana revitalisasi berkaitan dengan rumah sakit, puskesmas dan pusban.
“Sedangkan untuk Posyandu ini yang letaknya di desa jadi untuk kelembagaan nya diurus oleh dinas PMD,” kata Arianto kepada Korankaltim.com, Minggu (19/1/2025).
Untuk revitalisasi gedung posyandu yang dikelola oleh DPMD Kukar sudah ada beberapa yang dikerjakan yakni mulai dari APBD perubahan 2023, 2024 dan akan terus berlanjut di 2025 ini. Hal ini penting karena Kukar memiliki 799 posyandu yang didirikan dan dibentuk oleh desa dan kelurahan, kemudian ada 17 posyandu yang didirikan oleh perusahaan.
“Jadi total posyandu yang ada di Kutai Kartanegara baik pemerintah dan swasta itu berjumlah 816 Posyandu, jadi dari total ini banyak posyandu yang belum ter-standarisasi untuk pelayanan,” jelasnya.
Program optimalisasi revitalisasi ini agar gedung-gedung Posyandu di Kukar bisa ter-standarisasi untuk memberikan pelayanan, apalagi lanjut Arianto sudah terbitnya Permendagri 13 tahun 2024 berkaitan dengan kategori posyandu yang disatukan dan diharuskan melakukan enam standar pelayanan minimal (SPM).
“Enam SPM itu ada bidang perkim, bidang PU, bidang trantibmas, bidang social, bidang pendidikan dan bidang kesehatan, Permendagri sudah ada, jadi nanti kami di daerah akan menyusun perbup sambil menunggu juknis dari pusat tapi amanat bupati, sementara belum ada petunjuk teknis yang jelas kita tetap melakukan revitalisasi Posyandu sepanjang itu bisa dilakukan,” pungkas Arianto.
Editor: Aspian Nur