Safari subuh dirangkai dengan penyerahan hibah secara simbolis sebagai wujud realisasi program Kukar Berkah kepada Panti Asuhan Al Kahfi di Kelurahan Baru senilai Rp900 Juta, Pondok Pesantren Sabilal Muhtadin Kelurahan Baru senilai Rp100 Juta dan penyerahan bantuan hibah sebagai wujud realisasi program revitalisasi rumah ibadah kepada Masjid Baiturrahim Jalan Tambak Rel senilai Rp1 Miliar dan kepada Masjid M Sadjid senilai Rp1 Miliar. Total bantuan yang diserahkan pada safari subuh ini senilai Rp3 Miliar.
Bantuan yang diserahkan ini menurut Edi untuk memastikan pemerintah hadir, meskipun pihaknya menyadari dari bantuan yang diserahkan belum sesuai dengan keinginan dan usulan yang disampaikan.
“Kami sampaikan kepada para sahabat yang menerimakan bantuan ini minta tolong nanti pertanggungjawabannya bisa disampaikan dengan baik, karena ini bentuk tanggung jawab bersama,” kata Edi.
Edi bersyukur dalam perjalanannya terkait program hibah sejauh ini sudah berjalan tertib. Diharapkan kerja sama yang baik antara Pemkab Kukar dengan lembaga yang menerima bantuan hibah ini bisa terus bersinergi dengan baik.
Dirinya pun berpesan kepada penerima hibah khususnya Panti Asuhan Al Kahfi dan Ponpes Sabilal Muhtadin bisa memastikan seluruh anak didiknya mendapatkan pendidikan yang layak, karena Pemkab Kukar juga ada program beasiswa pendidikan bagi yatim piatu juga warga pra sejahtera.
“Jangan sampai anak-anak yang ditampung di panti itu tidak sekolah, kami akui pengelola panti ini kurang bisa terhubung ke kami melalui Kesra, jadi kami menyasar mencari dengan bersinergi bersama mitra kerja pemerintah seperti Baznas agar lebih besar lagi ruang lingkupnya,” ujar Edi.
Orang nomor satu di Kukar itu meminta peran aktif masyarakat yakni pengelola panti asuhan, para takmir masjid dan musala agar aktif menyampaikan terkait data warga pra sejahtera yang ada di sekelilingnya untuk kemudian bisa diakomodir oleh Pemkab Kukar khususnya untuk kebutuhan bidang pendidikannya.
“Pemkab ada program yang sudah ditetapkan yaitu RBPK, Rumah Besar Pengentasan Kemiskinan) yang satu diantaranya adalah penanganan kemiskinan yang berbasis kepada rumah ibadah. Jadi ukurannya kalau di kampung itu 40 rumah depan belakang kiri kanan masjid didata siapa-sapa warga yang perlu mendapatkan bantuan,” sebut Edi.
Lurah Baru Bayu Ramanda mewakili masyarakat bersyukur awal tahun ini Kelurahan Baru mendapat rejeki mulai dari rumah ibadah hingga sarana prasarana untuk menunjang pendidikan.
“Semoga bantuan ini dapat meningkatkan kualitas spiritual dari jemaah rumah ibadah maupun anak-anak tempat lembaga pendidikan yang menerima stimulus tersebut,” harap Bayu.
Editor: Aspian Nur