Jalan tersebut sebelumnya sempat dikeluhkan masyarakat dan ramai diperbincangkan di media sosial akibat kondisinya yang berlubang dan berlumpur.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PU, Linda Juniarti mengatakan perbaikan itu akan dilakukan secara bertahap menggunakan APBD murni 2025.
Jalan sepanjang kurang lebih 16 Kilometer (Km) dengan bentang lebar 8 meter ini juga menghubungkan ke Kecamatan Muara Muntai.
“Untuk tahun ini kita anggarkan kurang lebih Rp60 miliar, masuk di anggaran murni 2025 karena ada badan jalan yang menghubungkan Muara Wis ke Muara Muntai,” ucap Linda, Jumat (17/1/2025).
Sementara, pembangunan jalan ini akan menggunakan semenisasi kaku berupa rigid. Namun, sebelum dilaksanakan akan terlebih dahulu melakukan pengurukan dengan geotek untuk memastikan badan jalan tersebut kokoh dan memiliki umur panjang.
“Karena badan jalan itu masih rendah, tidak bisa langsung prosesnya lumayan lama, maka harus di uruk dulu dengan geotek agar stuktur tanah ini pas,” ujarnya.
Kata Linda, yang menjadi persoalan saat ini yaitu truk over dimensi dan jalan tersebut menjadi lintasan utama lalu lalang kendaraan bermuatan sawit ini, bukan hanya di Kukar saja, tetapi seluruh Indonesia mengalami kendala yang sama.
“Dan memang keluhannya tidak hanya di Kukar saja tetapi seluruh Kabupaten Kota di Indonesia, semestinya ada pihak terkait yang menindak tegas apabila ada truk bermuatan lebih,” tandasnya.
Editor: Erwin