Beberapa informasi yang beredar di masyarakat menyebutkan bahwa pembagian makanan bergizi gratis yang direncanakan oleh BGN seharusnya berlangsung Senin, (6/12025) lalu, namun jadwal tersebut diubah dan kembali dijadwalkan Senin, (13/1/2025, khususnya di wilayah Tenggarong.
Adanya hal tersebut, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar Joko Sampurno menjelaskan, sempat terjadi miskomunikasi antar pihak penyelenggara dengan Disdikbud Kukar, karena saat survei pihak terkait langsung meninjau beberapa sekolah untuk dijadikan simulator, tanpa menginformasikan kepada Disdikbud Kukar.
“Tidak ada surat dan pemberitahuan ke kami (Disdikbud Kukar) sebelumnya, saya cari informasi di beberapa sekolah yang di survei, pihak terkait saat itu memohon maaf pelaksanaan ditunda karena katanya belum clear dari pusat,” jelas Joko, Selasa (14/1/2025).
Kata Joko setidaknya terdapat tujuh sekolah yang akan menjadi simulasi, dengan total 3.297 siswa yang akan mendapatkan pemberian makanan bergizi, tetapi hingga saat ini pihaknya masih menunggu kelanjutan dari BGN sebagai penyelenggara.
“Dari administrasi katanya belum lengkap beserta wadah makan nya, dan telah sounding ke sekolah-sekolah yang menjadi pilot project, ditunda sampai saat ini belum ada kordinasi untuk realisasinya,” paparnya.
Sementara berkenaan penganggaran, Joko menyebutkan tidak dapat asal menganggarkan, harus berlandaskan peraturan, baik peraturan presiden, peraturan pemerintah ataupun bupati.
“Anggaran ini harus ada dasarnya, tidak boleh sembarangan, masih belum ada regulasi lanjutan berkenaan dengan MBG ini,” tutupnya.
Editor: Erwin