Kegiatan ini dirangkai dengan penyerahan bantuan Program Kukar Sehat Baznas Kukar kepada penerima manfaat yakni bayi berusia 10 bulan asal Kecamatan Tenggarong yang menderita sakit kelainan mata sehingga tidak bisa melihat sama sekali.
“Program Kukar sehat untuk anak usia 10 bulan, dia ada kelainan mata tadinya diindikasi katarak ternyata setelah didampingi ke RSCM (Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo) Jakarta ada kelainan mata dan diputuskan bupati masih bisa terapi di Pontianak dan upaya lainnya nanti,” kata Ketua Baznas Kukar M Shafik Avicenna kepada Korankaltim.com pagi tadi.
Tujuan dari program Kukar Sehat ini adalah membantu masyarakat Kukar pra sejahtera dari sisi kesehatan. Selain menyalurkan bantuan untuk program kesehatan, Baznas juga rutin menyalurkan bantuan sembako kepada keluarga penerima manfaat, hal ini didasari karena melihat kondisi keluarganya yang juga serba keterbatasan dari tingkat ekonomi.
“Tentu bentuk ini bervariatif menyesuaikan dengan kondisi penerima manfaat, seperti yang di Sanga-Sanga itu juga ada anak kecil beberapa kali dibiayai, kelainan jantung sejak lahir, penyaluran dilakukan pada tahun 2023, tiga kali dibiayai karena memang mereka sudah habis-habisan,” papar Shafik lagi.
Untuk menyasar program Kukar Sehat ini, Baznas bergerak dari adanya surat keterangan baik itu dari pemerintah desa atau dari kecamatan. Selanjutnya disikapi Baznas dengan turun langsung ke lapangan melihat kondisi keluarga yang diusulkan tersebut. “Kami memastikan bahwa itu layak untuk dibantu, baru kita bergerak,” terangnya.
Menanggapi penyaluran bantuan simbolis dari program Kukar Sehat ini Edi Damansyah menegaskan jadi bukti Baznas Kutai Kartanegara terus memperbaiki kinerjanya, karena Baznas menghimpun dan menyalurkan melalui program-programnya dalam tiga tahun berjalan ini dinilainya sudah cukup baik.
“Yang penting itu kepercayaan makanya itu yang harus utama, zakat yang terhimpun ini penyalurannya harus dipertanggungjawabkan dan dipublikasikan dengan baik,” ujar Edi.
Editor: Aspian Nur