Sebelumnya, dua pria asal Muara Badak yang bekerja sebagai supplier logistik di kapal hilang sejak 19 Desember 2024 saat hendak mengantarkan barang melintasi lautan.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Balikpapan, Endrow Sasmita mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan pencarian dengan maksimal. Tak tanggung-tanggung beberapa metode telah dilakukan tim gabungan.
Selama pencarian, mereka dibantu oleh Polairud dan TNI AL Muara Badak tetapi hingga (28/12/2024), terhitung tujuh hari pencarian keduanya tidak ditemukan.
“Pada tanggal 28 lalu, saat pencarian di hari ke tujuh, kami bersama dengan unsur terkait dan keluarga korban melakukan rapat, pencarian di bahu laut hingga broadcasting ke kapal-kapal yang melintas tidak menemukan tanda-tanda, sesuai prosedur pencarian kita hentikan, dan kami lanjutkan dengan pemantauan,” jelasnya, Minggu (5/1/2025).
Beberapa metode telah dilakukan pencarian melebar hingga ke daerah ke Sangatta dan Sangkulirang Kutai Timur, namun hasil yang didapatkan nihil. Tetapi, jika dikemudian hari ditemukan tanda-tanda keberadaan korban, operasi SAR akan dibuka kembali.
“Namun, untuk unsur pemerintah pencarian kita hentikan, sedangkan pihak keluarga masih ingin mencari. Dan apabila dikemudian hari ada tanda-tanda keberadaan korban, maka operasi pencarian akan kami buka lagi, tutupnya.
Editor: Erwin