Dijelaskan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kukar, Musniah menyampaikan dalam data yang di upload melalui https://kukarkab.bps.go.id/id.
Data tersebut menunjukkan, TPT Kukar pada tahun 2023 tercatat sebesar 4,05 persen dan meningkat menjadi 4,11 persen pada tahun 2024. Peningkatannya sebesar 0,06 persen dikarenakan banyaknya angkatan kerja baru.
Peningkatan ini dikarenakan pertumbuhan jumlah lulusan baru dari SMA maupun Perguruan Tinggi yang akan masuk dalam angkatan kerja. Fenomena mencari pekerjaan setelah lulus belum sepenuhnya terserap oleh pasar kerja.
“Setiap tahunnya, banyak lulusan baru yang memasuki angkatan kerja, terutama setelah bulan Agustus. Masa-masa mencari pekerjaan tetapi penerimaan ataupun rekrutmen biasanya belum dibuka,” tutur Mursinah, Minggu (29/12/2024).
Perbedaan angka ini menunjukkan jumlah angka penduduk yang bekerja meningkat, pertumbuhan angkatan kerja dan penduduk usia kerja lebih meningkat dengan cepat. Hal ini adanya lonjakan peningkatan TPT di Kukar.
Data TPT ini didapatkan dari pintu ke pintu menyebarkan berupa kuesioner, dengan begitu memastikan secara tepat angka pengangguran di Kukar.
Selain itu, angkatan kerja terdiri dari penduduk yang bekerja serta mereka yang mencari pekerjaan, sedangkan penduduk usia kerja mencakup seluruh individu berusia 15 tahun ke atas, termasuk salah satunya kalangan yang ibu rumah tangga.
Beberapa faktor mempengaruhi dalam pendataan yaitu geografis Wilayah yang luas dan sulit dijangkau, hujan deras yang menghambat perjalanan petugas, rendahnya partisipasi rumah tangga dalam survei, banyak penduduk berpindah tempat tinggal, menyulitkan pelacakan data. Selain itu, data yang tersedia saat ini hanya mencakup tingkat kabupaten, sehingga analisis pada level kecamatan belum memungkinkan.
Mursinah menegaskan adanya data ini membantu pemerintah dalam menyusun strategi penanganan dan meminimalisir pengangguran di Kukar. “Butuh upaya kolektif dalam menyerap angkatan kerja baru dan mengelola dinamika ketenagakerjaan,” pungkasnya.
Editor: Erwin