Jalan sepanjang 16 kilmometer (Km) dengan luas kurang lebih delapan meter tersebut menjadi akses utama masyarakat. Kondisinya beberapa titik di jalan tersebut berlubang dan berlumpur disebabkan hujan deras beberapa hari lalu.
Camat Muara Wis, Fadhli Annur mengatakan pemerintah telah melakukan sejumlah perbaikan insidental, bersama dengan warga melakukan gotong royong.
“Beberapa hari ini potensi hujan cukup tinggi, dan memang jalan ini mengalami kerusakan. Tapi pihak kontraktor dan masyarakat sebagian sudah melakukan bantuan untuk perbaikan jalan yang rusak dengan gotong royong,” jelasnya Camat Muara Wis, Fadhli Annur kepada Korankaltim.com, Kamis (26/12/2024).
Pihaknya juga memberikan sejumlah alternatif dalam keadaan ini, yaitu tetap dengan melalui jalur tersebut atau dapat menggunakan jalur air menggunakan perahu.
“Karena memang jalan utama berada di jalan tersebut dan menjadi satu-satunya lintasan masyarakat,” ucapnya.
Berkenaan usulan perbaikan telah diajukan oleh pihak Kecamatan di tahun 2024 dan akan kembali diusulkan pada tahun 2025. Diharapkan dapat segera diperbaiki agar masyarakat yang melintas nyaman dan aman.
“Kami berharap, di tahun 2025 jalur ini menjadi prioritas pembangunan di Kukar,” ungkapnya.
Upaya kolektif yang dilaksanakan guna meminimalisir kerusakan, pihaknya telah menginisiasi untuk melakukan penimbunan menggunakan batu dan tanah dibeberapa jalan yang terdapat genangan air.
Jalan poros ini memiliki peran strtegis dalam mendukung ekonomi masyarakat di kawasan tersebut. Pihaknya juga mengimbau masyarakat agar berhati-hati selama berkendara.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati melalui genangan air yang berlubang,” tutupnya.
Editor: Erwin