Kepala DPMD Kukar, Arianto, mengungkapkan bahwa dari hasil rapat dipastikan seluruh kegiatan fisik telah terealisasi, begitupun dengan progres keuangan hampir tuntas.
“Kita baru saja merampungkan final evaluasi akhir pelaksanaan fisik kegiatan sampai dengan realisasi keuangan. Jadi capaian kita sudah 100 persen untuk kegiatan fisik, kemudian capaian realisasi keuangan itu 94 koma sekian hampir 95 persen, ini kalau dilihat dari progres capaian cukup tinggi karena rata-rata untuk catatan kabupaten kan 82 persen, Alhamdulillah,” ungkapnya kepada Korankaltim.com, Kamis (27/12/2024).
Lanjutnya, DPMD Kukar pada tahun ini fokus mengawal program reguler yang sudah menjadi arahan Kemendagri juga Kemendes yakni penyelenggaraan pemerintah desa, pembinaan perangkat desa dan BPD, pengelolaan keuangan aset desa yang dilakukan secara online.
“Untuk pengelolaan keuangan aset desa secara online itu kita sudah, di Kalimantan Timur itu baru tiga kabupaten termasuk kita Kukar, dari itu kami sudah melaksanakan semua sesuai dengan amanah perintah dari regulasi Permendagri ataupun Permendes, disisi lain kami juga mendapatkan amanat untuk melaksanakan RPJMD pak bupati dan wakil bupati, Visi Misi Kukar Idaman 23 program idaman ini kita diberi target apa yang harus kita lakukan,” jelasnya.
Arianto mengungkapkan adapun program yang dilaksanakan DPMD Kukar dan tertuang di Visi Misi Kukar Idaman adalah program terang kampungku, kemudian program pembangunan berbasis RT yang termasuk dalam program dedikasi yang namanya program Kukar Bebaya.
“Break down-nya untuk yang diserahkan ke kami itu temanya program pembangunan berbasis rukun tetangga bantuan keuangan Rp50.000.000 sudah terealisasi sejak 2022, 2023 2024 ini dan ini tidak ada masalah-masalah prinsip dalam pelaksanaannya dan info yang saya dapatkan terhadap program ini cukup merubah potret desa karena RT nya sudah aktif membantu pemerintah desa kemudian gotong royong dilaksanakan dan ini yang paling menjadi viral karena kemarin semua kepala daerah tidak hanya di Kukar di beberapa daerah di Kaltim itu sudah jadikan program bantuan keuangan kepada RT jadi prioritas janji politik, kita justru sudah melaksanakan,” ujarnya.
Ada juga program penting dan cukup berdampak berkaitan dengan program keluarga peduli kesehatan. Selain revitalisasi posyandu dan sarana prasarananya DPMD Kukar telah lakukan peningkatan kader dengan kebijakan bantuan keuangan kepada desa memberikan insentif kepada kader posyandu.
“Kita berikan ke 7.800 kader posyandu untuk mendapatkan insentif 250.000 per bulan kemudian juga ada kebijakan mengangkat nakes yang di SK kan Dinkes melalui Puskesmas dan ditempatkan di desa-desa untuk mengawal dari kegiatan-kegiatan pelaksanaan layanan kesehatan di desa kelurahan dan mereka yang bekerja juga asli kecamatan dan desa setenpat selain harus standby mereka juga mendampingi kegiatan kader posyandu setiap bulan mereka juga diharapkan bisa mengunjungi masyarakat memberikan pendampingan kepada kader posyandu,” demikian Arianto.
Editor: Erwin