Rakor ini dibuka resmi Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar Sunggono dengan dihadiri seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) se-Kukar baik secara luring maupun daring dengan maksud dan tujuan meningkatkan kuantitas perencanaan dan pelaksanaan program penanggulangan kemiskinan daerah berbasis potensi dan permasalahan.
“Rakor ini juga tujuannya untuk mengevaluasi pelaksanaan penanggulangan kemiskinan Kutai Kartanegara 2023 – 2024, membangun pola kerja terintegrasi dalam penyelenggaraan kebijakan penanggulangan kemiskinan, serta memastikan perencanaan tahun 2025 dalam kerangka yang harmoni,” kata Plt Kepala Bappeda Kukar Syarifah Vanesa Vilna dikonfirmasi Korankaltim.com, Rabu (25/12/2024).
Nana sapaan akrabnya menyebutkan rencana tindak lanjutnya ada 21 program RBPK tahun 2025 dengan target penerima manfaat sebanyak 15.437 penerima.
“Kemudian tindak lanjut lainnya memperbaiki aspek kelembagaan dengan memperbaharui SK TKPK Kutai Kartanegara, penyusunan Perbup RKPD, pelaksanaan verval data P3KE tahun 2024, sosialisasi program RBKP melalui media online maupun offline,” sebutnya.
Penguatan aplikasi RBKP juga menjadi langkah tindak lanjutan dengan menambahkan fitur pengaduan masyarakat terhadap pelaksanaan program RBPK, evaluasi pelaksanaan program, dari pendekatan outcome dan impact.
“Juga diharapkan mampu meningkatkan komunikasi dan keaktifan OPD dalam membangun kemitraan dengan dunia usaha dan pendekatan,” tegas Nana.
Sementara itu, Sekda Kukar Sunggono dalam arahannya menambahkan bahwa program RBPK yang sudah dilaksanakan selama ini sudah berjalan dengan baik ini dibuktikan dengan terus bertambahnya program-program yang tergabung didalamnya, integrasi dan sinergi antar program dapat terwujud dengan adanya sistem informasi ini.
“Berdasarakan hasil laporan yang disampaikan Plt Kepala Bappeda, beberapa catatan penting yang bisa saya arahkan diantaranya rancangan rencana kerja tahun 2025 yang telah diinventarisir agar disepakati dan dilaksanakan serta dituangkan kedalam Rencana Aksi Tahunan (RAT) Pengentasan Kemiskinan tahun 2025,” tegas Sekda.
Editor: Erwin