Hal ini terjadi setelah Pipa distribusi air dari Perumda Tirta Mahakam pecah sehingga mengakibatkan ratusan kepala keluarga di Jalan Gunung Sentul belum bisa mendapatkan layanan air bersih secara normal.
Asisten Manajer Humas dan Protokol Perumda Tirta Mahakam Wahono mengatakan, untuk tetap memberikan layanan air bersih pihaknya kolaborasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Keselamatan (Disdamkarmatan) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar untuk pendistribusian air menggunakan mobil tangki.
“RT 34 dan 42 Jalan Gunungsentul Kelurahan Melayu bocornya itu sudah ketemu yang di Jalan Belida. Itu satu, kami masih sisir di kawasan yang lain karena nampaknya bocornya bukan di situ saja perlu perbaikan dan sampai hari ini presure nya itu belum kembali normal sehingga tekanan tidak sampai ke sana karena di daerah sanakan tinggi elevasinya jadi kita mohon maaf kepada masyarakat,” katanya kepada korankaltim.com Selasa (24/12/2024).
Perumda Tirta Mahakam terus berupaya maksimal untuk mempercepat penyelesaian pekerjaan perbaikan sekaligus memberikan air dengan distribusi mobil tangki dibantu BPBD dan Damkarmatan. Namun diakuinya pendistribusian ini tidak bisa maksimal seperti waktu normal.
“Artinya air ini hanya untuk penanggulangan jadi masyarakat yang mendapatkan mobil tangki tidak perlu membayar dan ini gratis tapi kalau misalnya teman-teman di lapangan itu ngasih minum ngasih makan ya kita tidak bisa menolak karena bentuk apresiasi kepada teman-teman yang mengantar air ke lapangan itu cuma kalau tarif itu tidak ada,” ungkapnya.
Bagi masyarakat yang masih merasa kurang dengan layanan bantuan mobil tangki boleh membeli langsung kepada Perumda Tirta Mahakam untuk memenuhi kebutuhannya.
“Sudah seminggu ini ya berapa hari sekali karena gantian karena kalau semuanya kita kirimnya tidak sanggup juga jadi ya bergantian, banyak yang terdampak ratusan KK, bukan wilayah situ saja termasuk juga wilayah Timbau wilayah jalan Ruwan Gunung Jati, Krakatau, Vila Guti yang di sepanjangan di gunung jalan Pesut itu terdampak juga, kami mohon doanya semoga segera teratasi dan kembali normal,” harap Wahono.
Sementara itu Ongky (34) salah satu warga Jalan Gunung Sentul sebelumnya sangat mengeluhkan kondisi ini. Layanan air bersih adalah hal yang mutlak terlebih lagi ini berada di kawasan perkotaan.
“Ok kami memaklumi ini kawasan gunung tapi jangan lambat juga lah memberikan pelayanan, kacau air mati saya gak bisa mandi istri ga bisa cuci piring,” ujarnya.
Editor: Erwin