Terbelahnya tongkat menjadi dua bagian itu menurut keterangan pengemudi tugboat AP karena tongkang dengan nomor lambung KBT 10 itu tidak kuat menahan beban karena membawa muatan batu bara sebanyak 600 ton lebih. “Insiden ini terjadi kemarin pukul 10.00 WITA,” kata AP kepada Korankaltim.com Rabu (18/12/2024) hari ini.
Tongkang itu hendak mengangkut batu bara ke wilayah Kembang Janggut dan karena terbelah dua akhirnya harus terhenti di perairan Desa Kuyung. Pemindahan batu bara pun dilakukan ke kapal tongkang yang kosong lainnya, memakan waktu sekitar 2 jam lebih.
“Batu bara sudah kami pindahkan ke tongkat kosong lainnya, untungnya saat kejadian itu kapal posisinya dipinggir, beberapa personel ada di lapangan dan kami gerak cepat,” ujar pria 42 tahun itu.
Aktivitas pengiriman batu bara pun harus tertunda sementara waktu. “Alhamdulillah tidak ada korban dalam insiden itu,” tutup AP.
Editor: Aspian Nur