Pendidikan politik diharapkan mampu membantu manusia memahami hak dan kewajiban sebagai warga negara, berwawasan kedepan dan memiliki sikap tanggung jawab dalam kehidupan berbangsa dan bernegara untuk menentukan arah negara atau suatu daerah kedepan.
Kepala Badan Kesbangpol Kukar, Rinda Desianti mengatakan pengembangan pendidikan politik harus dibangun agar mampu memperdayakan dan penguatan baguimasyarakat agar mampu dalam berpartisipasi membangun negeri ini. siapapun mereka, dari golongan apapun mereka mempunyai hak untuk mendapatkan pendidikan politik.
“Pendidikan politik yang kami laksanakan biasanya dalam bentuk pemahaman pancasila, dimana kita ketahui semua kalangab berhak mendapatkan pendidikan politik baik secara langsung maupun tidak langsung,” ujarnya.
Lanjut dia, memahami dinamika politik yang setiap tahunnya berubah, menjadikan Kesbangpol Kukar memiliki peran dan upaya tersendiri dalam memberikan pemahaman di masyarakat.
Kata Rinda, ditahun 2024 pendidikan politik ataupun pendidikan pancasila kepada generasi muda, terus digencarkan mengingat momen pesta demokrasi edukasi berkenaan dengan politik perlu ditingkatkan kepada dimasyarakat.
“Edukasi ini tidak dapat diberikan hanya stau dua kali, tetapi harus kita ingatkan secara terus menerus agar menjadi suatu pemikiran yang maju,” ujarnya.
Pendidikan politik guna menghindari polarisasi yang dimana pandangan politik berbeda, dan jangan sampai mengakibatkan kesatuan dan rasa persaudaraan yang telah di bangun menjadi terpecah belah.
Rinda berpesan khususnya kepada generasi muda sebagai salah satu tongkat estafet dalam membawa langkah baru untuk Kukar, dapat menjadi kontrol sosial dalam memberikan pemahaman politik, karena sejatinya semua dimulai dari diri sendiri.
“Harapannya generasi muda ini, bisa mengedukasi teman sebaya, agar tetap menjaga persatuan dan kesatuan di odah etam (Tempat kita) Kukar,” pungkasnya. (*/kk)