Pemateri yang dihadirkan selain dari Distanak juga Dinas Kesehatan (Dinkes). Ada 100 orang hadir yang merupakan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan dilakukan di dua lokasi yang berbeda yakni di kecamatan Sebulu dan Kecamatan Kota Bangun.
Kepala Distanak Kukar, Muhammad Taufik menyambut positif kegiatan pelatihan hari ini. “Kontribusi bersama Alishter ini merupakan langkah memberikan pemahaman kepada masyarakat khususnya pertanian,” ujar Taufik kepada Korankaltim.com disela kegiatan.
Dinkes turut dihadirkan pada kegiatan ini agar para petani bisa memahami dampak dari pengaruh pestisida kepada manusia.
"Mereka akan jelaskan dampak-dampak terkait penggunaan pestisida, supaya para petani bisa paham dan tidak keracunan, itu yang harus di hindari," sebut Taufik lagi.
Meskipun Distanak tidak bisa menjangkau semua kecamatan yang ada di Kukar untuk melakukan pelatihan selanjutnya nanti, Distanak Kukar juga berkomitmen akan memberikan pemahaman kepada masyarakat dan petani.
"Distanak Kukar juga ada program pelatihan seperti ini, kita tetap jalankan sehingga bisa menjangkau kecamatan-kecamatan yang ada di Kukar, agar mampu meningkatkan pemahaman terkait herbisidq," paparnya.
Ketua Umum Alishter Mulyadi Benteng secara terpisah menjelaskan, mereka sudah melaksanakan kegiatan pelatihan ini di 355 kabupaten/kota sejak tahun 2016 lalu.
"Kami lakukan pelatihan ini di daerah-daearah yang memang petaninya banyak menggunakan pestisida, supaya mereka juga bisa memahami penggunaan pestisida yang efektif dan efesien," kata Mulyadi.
Alishter juga akan mendatangi daerah yang petaninya banyak menggunakan pestisida. “Edukasinya memang ada takaran penggunaan herbisida di lingkup pertanian, sehingga perlu diedukasi agar tidak berlebihan saat menyemprot herbisida di tanaman,” tutup Mulyadi.
Editor: Aspian Nur