Kepala Disperkim Kukar M Aidil didampingi Kepala Bidang Prasarana Sarana Utilitas Umum (PSU) Supriyadi Agus mengatakan penyaluran bantuan sarana air bersih atau tandon ini merupakan realisasi nyata Bupati Edi Damansyah dan Wakil Bupati Rendi Solihin kepada masyarakat di seluruh kecamatan yang ada di Kukar untuk pemenuhan kebutuhan dasar air bersih. Program pemberian tandon air ini penguatan pemenuhan kebersihan air bersih non perpipaan.
“Total dari 2023 hingga tahun 2024 ini, sebanyak 8970 tandon dengan rincian tahun 2023 sebanyak 1756 buah dan tahun 2024 sebanyak 7214 buah tandon, masing-masing kepala keluarga mendapatkan satu tandon,” sebut Yahdan sapaan akrab Supriyadi Agus.
Ia mengungkapkan penyaluran tandon ini adalah salah satu dari 23 program unggulan yang konsisten dilaksanakan. Program air bersih memiliki banyak cabang, seperti Pamsimas, pipanisasi PDAM, hingga bantuan tendon.
Dirinya menyadari masih banyak desa terpencil di wilayah pesisir Kukar maupun wilayah ulu yang belum menikmati akses air bersih. Padahal air bersih sangat dibutuhkan sebagai hak dasar hidup sehari-hari masyarakat di seluruh Kukar tanpa terkecuali wilyah ulu tengah dan pesisir.
“Jadi tandon itu masing-masing satu untuk satu KK, ini bukti nyata kami terus berupaya mewujudkan akses air bersih yang merata kepada masyarakat yang membutuhkan,” terangnya.
Dengan bantuan tersebut, diharapkan capaian target secara luas terkait akses terhadap air bersih di seluruh wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara terus mengalami peningkatan. Hal ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Daerah dalam mewujudkan hak dasar setiap warga atas air bersih.
“Jadi air bersih masuk desa ini banyak programnya, antara lain, ada Pamsimas, pipanisasi, ada PDAM, dan untuk desa yang belum terjangkau kita bantu dengan tandon untuk menampung air bersih. Ini salah satu langkah yang dilakukan pemkab Kukar dalam mendukung program air bersih masuk desa,” pungkasnya. (*/kk)