Salah satunya dengan terus mempromosikan secara massif layanan i-Kukar atau perpustakaan digital kepada seluruh lapisan masyarakat.
Kepala Diarpus Kukar Aji Lina Rodiah didampingi Kepala Bidang Pembinaan Perpustakaan, Nur Azizah AB mengatakan, promosi dilakukan ke lembaga pendidikan maupun ke perpustakaan desa, sekolah, tempat ibadah, perusahaan, dan perpustakaan perkantoran hingga ke tempat-tempat publik seperti di Taman Pintar dan Taman Kota Raja serta kawasan pusat keramaian masyarakat di kawasan perkotaan Tenggarong dan kecamatan lainnya.
“Kami memasang (barcode, red) i-Kukar disitu sehingga siapapun yang duduk-duduk santai di Gazebo ada pustakawan kami mempromosikan i-Kukar. Namun karena beberapa ada yang rusak karena hanya stiker laminating, kami akan pasang berbentuk akrilik supaya masyarakat bisa bebas menggunakan, akrilik ini paten dan tahan lama juga disitu, kalau stiker kan bisa iseng dicopot,” katanya, Selasa (26/11/2024).
Dengan demikian ketika ada masyarakat yang berkunjung di Taman Pintar itu bisa lebih mudah mengakses dan aman, kemudian Diarpus juga memfasilitasi wifi gratis namun harus ijin dulu dengan petugas yang ada di Perpustakaan Daerah untuk memperoleh password-nya.
Jadi siapapun yang akan menggunakan aplikasi i-Kukar bisa dengan mudah dan cepat karena saat ini untuk kecepatan internetnya sudah ditingkatkan. “Sudah tidak lemot lagi, minta di petugas perpustakaan untuk passwordnya, dengan syarat harus menggunakan aplikasi i-Kukar juga bukan untuk berselancar ke yang lain,” terangnya.
Selain itu juga petugas perpustakaan daerah ketika ada waktu sedikit luang mereka turun langsung melakukan promosi ke pengunjung yang bersantai di Taman Pintar, biasanya saat sore hari dengan melakukan semacam wawancara ringan bersama warga yang bersantai di Taman Pintar. “Dan jumlah pengunjung yang berkunjung di i-Kukar kan bisa terakumulasi juga peningkatannya,” terangnya.
Terpisah, salah satu penggiat literasi dan juga Mahasiswi Universitas Kutai Kartanegara, Nada Aulia mengaku cukup terbantu dengan adanya perpustakaan digital atau i-Kukar milik Pemkab Kukar melalui Diarpus ini. Secara berkala dirinya rutin menggunakannya untuk sekedar membaca buku maupun untuk tambahan materi dan kajian demi pengayaan tugas akhir kuliahnya.
“Sangat terbantu sekali dengan ada i-Kukar, dan teman-teman saya yang ada di kecamatan-kecamatan juga sudah terbiasa menggunakan i-Kukar ini untuk mengakses terkait tugas ataupun bahan bacaan, secara koleksi bukunya juga banyak kan,” ujar Mahasiswi Unikarta semester delapan fakultas Sospol ini. (*/kk)
Editor: Erwin