Heri mengingatkan tahun 2024 ini adalah momen politik, diawali dengan pemilihan presiden dan wakil presiden, DPR, DPR RI RI juga DPRD provinsi dan kabupaten kota pada Februari dilanjutkan dengan pemilihan gubernur - wakil gubernur juga bupati-wakil bupati serta wali kota dan wakil wali kota bulan ini.
Di Kutai Kartanegara ada 20 kecamatan serta 237 desa dengan jumlah TPS yang akan diamankan sebanyak 1.301 TPS.
"Personel Polres Kukar yang dilibatkan dalam pengamanan TPS Pilkada ada 550 orang, terdiri dari Polres Kukar 480 personel dan BKO (Bawah Komando Operasi) Polda Kaltim 70 personel. Selain personel PAM TPS, Polres Kukar juga menyiapkan tiga peleton personel unit reaksi cepat atau kompi siaga yang terdiri dari dua peleton samapta polres, satu peleton BKO Samapta Polda Kaltim, yang akan melakukan pengamanan pilkada serentak di Kukar," papar Heri kepada Korankaltim.com disela apel pengamanan pagi tadi.
Indikator keberhasilan dari penyelenggaraan pilkada adalah adanya partisipasi masyarakat yang optimal serta terwujudnya suasana yang kondusif bagi penyelenggaraan pilkada yang aman, damai tertib dan lancar.
Beberapa prediksi kerawanan yang kemungkinan dapat timbul pada saat tahapan pungut suara di TPS adalah pertama, adanya protes dari masyarakat yang belum terdaftar sebagai pemilih tetap. Kedua, adanya pihak-pihak yang ingin menggagalkan proses pemungutan suara. Ketiga, logistik pilkada surat suara hilang rusak atau tenggelam, terjadinya rusuh bentrok antar massa pendukung pasangan calon yang berujung kepada konflik social. Money politik, black campaign, kampanye negatif, selebaran gelap. Provokasi, sabotase, terror, intimidasi, pengancaman dan penculikan. Ketujuh, penolakan tanda tangan saksi-saksi dan pengrusakan TPS.
“Melalui kegiatan apel pergeseran pasukan ini saya memberikan beberapa penekanan kepada personil untuk dipedomani dan dilaksanakan dalam tugas pengamanan TPS,” tutup Heri.
Editor: Aspian Nur