Cappa yang pertama adalah ujung lidah, diartikan cara berkomunikasi sesama tanpa membuat orang tersinggung, marah atau merasa rendah. Cappa yang kedua adalah ujung interaksi yakni bagaimana bersosialisasi yang baik dimanapun berada dan yang ketiga adalah cappa balik yang artinya bagaimana bisa dikenal diluar melalui karya-karya.
“Kalau bisa mengaplikasikan tiga cappa ini bukan hanya bisa diterima tapi tidak mustahil suatu saat menjadi decision maker,” kata Ketua Badan Pengurus Daerah Keluarga Kerukunan Sulawesi Selatan (BPD KKSS) Kabupaten Kutai Kartanegara Bambang Surif.
Hal ini disampaikannya saat pelantikan sekaligus pengukuhan juga rapat kerja kepengurusan periode 2024-2029 di Gedung Puteri Karang Melenu, Kecamatan Tenggarong Seberang Minggu (27/10/2024) sore tadi.
“Dengan jumlah warga KKSS hampir 100 ribu di Kukar diharapkan bisa berbuat banyak untuk kemajuan Kutai Kartanegara,” ujar Bambang Surif lagi.
Dirinya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada panitia juga atas kedatangan seluruh tamu undangan. Bambang Surif berharap kedepan KKSS semakin maju semakin berwibawa dan semakin dihargai. “Dan ujung-ujungnya bisa memberikan kontribusi lebih banyak lebih berarti bagi Kutai Kartanegara,” tegasnya.
Pelantikan dihadiri Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Kutai Kartanegara Bambang Arwanto dan para undangan. Sumpah janji naskah pelantikan dilakukan Bambang Surif diikuti seluruh pengurus KKSS dipandu Ketua Badan Pengurus Wilayah (BPW) KKSS Kaltim Alimuddin Latief.
Bambang Arwanto menyambut baik pelantikan ini dan mengatakan KKSS punya anggota hampir 100 ribu orang di Kutai Kartanegara, artinya ada 15 persen dari total penduduk yang ada. Dengan itu diharapkan bisa memberikan daya untuk persatuan dan kesatuan masyarakat guna mendukung Kutai Kartanegara yang lebih maju dan berkeadilan dalam bidang pembangunan pemerintahan dan pemasyarakatan serta penyangga IKN.
“Mereka rata-rata punya SDM yang kuat dan pantang menyerah, kemudian bisa menjadi penyokong bagi persatuan dan kesatuan sebagai modal sosial didalam pembangunan,” ujar Bambang.
Sementara Alimuddin Latief mengucapkan rasa bangga menjadi orang Kaltim yang kebetulan dari Sulsel karena punya hubungan erat dengan kerajaan Kutai Kartanegara.
“Jangan merasa sebagai pendatang, kita adalah orang asli sini, jadi harus berperan untuk kemajuan daerah Kaltim umumnya dan Kutai Kartanegara pada khususnya, semua harus bersatu,” ucap Alimuddin.
Editor: Aspian Nur