Kepala Bidang Bina Marga Dinas PU Kukar Linda Juniarti mengatakan, untuk perbaikan jalan alternatif yang sudah dikerjakan sejak tahun lalu ini tidak bisa tuntas dalam satu tahun berjalan, karena keterbatasan anggaran sehingga pekerjaannya dilakukan bertahap.
“Panjang ruasnya kita tidak bisa tuntas dalam satu tahun, jadi bertahap dan terus kita kan tidak bisa juga fokus di satu saja karena banyak daerah lain yang membutuhkan karena Kukar ini kan luas jadi kita bertahap,” katanya kepada korankaltim.com, Kamis (17/10/2024).
Linda mengungkapkan untuk ruas jalan Singalawang sudah ada dikerjakan kurang lebih 200 meter. Tidak bisa langsung tuntas karena biayanya mahal dan sesuai kondisi di lapangan harus dengan spesifikasi beton bukan aspal.
“Soalnya gini, kadang itu perhitungan cukup saja kalau kita kerjakan dengan aspal ternyata di belakang hari itu (tidak tahan, red),” ungkapnya.
Ia melanjutkan di Kukar tidak ada pengawasan jalan, semestinya harus ada karena seperti di jalan kabupaten ini dilewati dengan beban yang lebih, misalnya maksimal beban delapan ton tapi ternyata dilintasi oleh lebih dari tonase yang ditetapkan.
“Misalnya ada sawit ada koridoran dan itu kan diluar kendali kita, jadi kita tidak bisa kecuali masyarakatnya mau bekerja sama. Misalkan kalau ada yang lewat besar itu diportal itu kan lebih bagus lagi, cuman kan yang jadi masalah sekarang ini kadang masyarakat mendukung karena pekerjaan masyarakat juga di situ, jadi kita tidak bisa dan itu tidak bisa kita pungkiri dan itulah selama ini kendala kami,” bebernya.
Selain memang harus dicor atau betonisasi jalan, yang menjadi kendala Dinas PU yaitu terkait keterbatasan penganggaran dan tidak hanya bisa fokus di titik jalan Singalawang Ukung dan ruas Loa Kulu dan Loa Janan saja, karena ada jalan lain juga yang perlu diperhatikan.
“Untuk alternatifnya itu tidak hanya lewat satu ruas saja, banyak ruas 3-4 ruas yang harus kita lewati misalnya di belakangnya Armed jalan Singalawang itu kan full nanti dilewati dan nanti masuk ke Jalan Ukung sedikit saja, terus nanti masuk ke ruas badan jalan yang ke Loa Janan yang dulunya rencana jalan dua jalur untuk akses ke tol ke Batuah itu ada juga sedikit jadi ada beberapa ruas yang kita lewati dan kurang lebih 12-an kilo lebih,” jelasnya.
Cukup jauh memang jalan alternatif yang ditetapkan ini, dan jalur ini kondisinya rusak juga. Ironinya karena jalan alternatif ini merupakan jalan kabupaten, namun ketika nanti sudah jadi maka bisa dipastikan akan berfungsi sebagai jalan nasional. Sementara jalan Kabupaten hanya untuk spesifikasi delapan ton saja.
“Jalan kabupaten dilewatin beban yang lebih, sementara untuk jalan kabupaten kan delapan ton dan jalan nasional itu bisa jadi di 20 ton ke atas. Kalau dia melewati jalan kita jalan kabupaten ya rusak juga nanti. Jalan kabupaten rusak lagi yang kena imbasnya untuk anggarannya ya kita lagi,” ujarnya.
Itikad baik selama ini sudah dilakukan Pemkab Kukar yakni dengan memperbaiki ruas jalan Singalawang secara bertahap. Linda menegaskan Tahun 2023 lalu dianggarkan kurang lebih 1 miliar setengah dan tahun ini estimasi penganggaran perbaikan juga di angka 1 miliar setengah. Untuk tahun depan ada sekitar 3 miliaran.
“Selain perbaikan jalan juga ada box calvert, juga ada beberapa geometri jalannya yang harus kita benerin dulu karena ada yang curam jadi untuk total perbaikan bisa memakan 50 sampai 70 miliaran. Itu untuk yang ruas Singalawang saja,” tegasnya.
Kalau ruas jalan Ukung itu ada kurang lebih 900-an meter yang belum dikerjakan dan belum tuntas, kemudian badan jalan Loa Kulu-Loa Janan itu ada 22 kilo, sementara yang baru dikerjakan 2-3 kilo meter.
“Memang baru sedikit karena besar itu jalan, menguras cukup lumayan anggaran, kalau kita hanya fokus disitu nanti yang lain tidak kebagian, harus bertahap,” demikian Linda.
Editor: Supiansyah