Saat perayaaan HUT ke-242 Kota Tenggarong, pekan lalu, Bambang yang keturunan Kesultanan Paser ini membagikan sejarah keturunan keluarganya yang menjalin kekerabatan melalui pernikahan dengan Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.
“Datok Aji Imbut adalah datok saya juga sebenarnya, saya punya hubungan kekerabatan dekat dengan beliau, karena ibu beliau ini berasal dari kesultanan paser Aji Doya,” kata Bambang.
Bambang melanjutkan Aji Doya adalah anak dari Andin Anjang yang bersuamikan La Madu Keleng Arung Matoa Wajo (Raja Wajo). Andin Anjang ini adalah anak dari Aji Geger atau Sultan Paser yang pertama.
“Dzuriat keluarga kami dzuriat dari Kesultanan Paser dan keluarga kami berasal dari Andin Anjang atau nenek beliau ini punya saudara yang namanya Ratu Agung,” sebutnya.
Ratu Agung punya anak bernama Aji Dipati Kusumaningrat dan punya anak bernama Aji Pati yang menikah dengan Aji Rembati. Aji Rembati ini adalah anak dari Sultan Muhammad Idris dengan istrinya Aji Endot.
“Kalau dihitung Aji Pati dan Aji Rembati ini adalah dzuriat saya turun dari sini. Aji Pati ini adalah sepupu dari beliau karena nenek beliau bersaudara, kemudian Aji Rembati itu adalah saudara beliau lain ibu,” ungkapnya.
Setelah 27 tahun, Bambang Arwanto baru bercerita di momen peringatan HUT ke-242 Kota Tenggarong. Cerita dari keturunan keluarganya ini menegaskan bahwa terpilihnya Bambang Arwanto saat ini menjadi Pjs Bupati Kukar merupakan suatu takdir yang sudah digariskan Tuhan sebagaimana dekatnya kekerabatan keluarga Kesultanan Paser dengan Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.
“Dzuriat kami yaitu Aji Rembati dan Aji Pati ditabalkan oleh Sultan Muslihudin sebagai Adipati di Kerakup kemudian punya anak namanya Aji Pangeran Kuning ditabalkan juga menjadi Adipati di Lemiang dan kemudian punya anak yang namanya Aji Galeng,” ujarnya.
Aji Galeng ini kemudian menjadi panglima Sepangan Raja jaman Sultan Salehudin dan ditabalkan 1821 sebagai Panembahan Taleka Balik. Kemudian punya anak bernama Aji Muda dan kemudian menjadi Adipati di Sebakung yang punya anak Aji Buwo. Aji Buwo ini kemudian menjadi Adipati di Sebakung.
“Kemudian punya anak Aji Salbiah dan kemudian punya anak yaitu Ibu saya Aji Arbayah dan Ibu saya punya anak, saya. Jadi sejarah keluarga saya itu sebenarnya sejak 1700 masehi itu mengabdi di Kesultanan Kutai Kartanegara,” tegasnya.
"Dan itu sebabnya saat ini juga energinya itu menarik saya untuk mengabdi di Kutai Kartanegara menjadi penjabat sementara bupati,” pungkas Bambang.
Editor: Supiansyah