Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kukar Rachmadi melalui Sekretaris Rokip S kepada Korankaltim.com menjelaskan, mereka membuka pendaftaran seleksi calon PPPK menindaklanjuti Surat Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 329 tahun 2024 tanggal 2 Agustus 2024 tentang Penetapan Kebutuhan PPPK di lingkungan instansi pemerintah tahun anggaran 2024.
"Sesuai arahan permen diantaranya agar menyelesaikan penataan tenaga non ASN paling lambat 2024, artinya proses ini diutamakan ke tenaga honor yang ada di pemkab, kebijakan ini juga berdasar surat pernyataan tanggung jawab mutlak (SPTJM) Bupati Kukar yang diterbitkan oleh pemerintah kabupaten Kutai Kartanegara," kata Rokip hari ini.
Dalam surat pengumuman yang telah disebarkan tersebut memuat sebanyak 4.033 untuk PPPK jabatan teknis. "4.033itu untuk yang teknis saja, ada formasi tambahan lagi, nakes (tenaga Kesehatan) dan guru, jadi totalnya 4.906," sebut Rokip lagi.
Pendaftarannya ditutup 20 Oktober nanti. Honorer yang saat ini mengabdi di dinasnya masing-masing jadi prioritas "Nanti ada tambahan lagi di tahap II sebanyak 870 formasi, jadi totalnya nanti 5.776 formasi, itu nanti tahap kedua dilakukan November mendatang," paparnya.
Total honorer Kukar hingga saat ini masih besar yakni 8.165. Ketika nanti diserap menjadi PPPK dengan total keseluruhan dari tahap pertama dan tahap kedua sebanyak 5.776 maka honorer di Kukar masih tetap ada. "Total jumlah tenaga honorer yang ada di Kukar 8.165, jika nanti terserap semua dari seleksi PPPK tahun ini maka tersisa 2.300-an honorer," sebut Rokip.
Untuk tenaga harian lepas (THL) dan pegawai non ASN yang akan mengikuti tes seleksi tahun ini diminta mengikuti tahapan dari awal sampai akhir secara baik dan benar.
"Pertama mendaftar dulu dan selebihnya usaha masing-masing, paling utama itu belajar mengoperasikan komputer, karena tesnya itu murni CAT (Computer Assisted Test), itu dulu yang penting," tegasnya.
Kelengkapan data juga penting dan BKPSDM sudah melakukan sosialisasi kepada sekitar 3 ribu THL dengan menitikberatkan terkait pentingnya untuk melengkapi data-data pokok seperti KTP, KK, ijazah juga SK bekerja.
Editor: Aspian Nur