Pertanian produksi menjadi kawasan produktif dalam penanaman padi, hal ini berkaitan dengan ketepatan sasaran peningkatan panen.
Kepala Distanak Kukar, Muhammad Taufik mengatakan sebelumnya pihaknya melakukan kajian tipologi, sehingga terdapat lima zona yang dijadikan intervensi peningkatan pertanian.
“Fokus utama lima zona ini luasan sawahnya 1.000 hektare ke atas, daerah Marangkayu, Loa Kulu, Tenggarong, Tenggarong Seberang dan Muara Kaman,” jelasnya kepada korankaltim.com, Selasa (1/10/2024).
Distanak Kukar juga melakukan peninjauan terhadap pertanian 500 hektare yang bertempat di Kecamatan Kota Bangun dan Samboja, tetapi intervensi ini tidak intensif karena memfokuskan lima zona tersebut.
“Dengan adanya ruang produksi ini, diharapkan pertanian di Kukar dapat meningkat dalam satu kali panen minimal 4-5 ton,” ucapnya.
Dalam hal ini pihaknya juga menggandeng Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar sebagai pembangunan irigasi dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kukar guna permodalan pertanian.
Taufik berharap sinergitas ini nantinya dapat menciptakan pertanian berbasis kawasan hijau dengan angka produksi yang terus meningkat. “Semoga lima kawasan yang kami tetapkan ini dapat meningkatkan pertanian di Kukar,” tutupnya.
Editor: Supiansyah