Kebakaran ini terus meluas hingga mengenai areal perusahaan sawit yang beroperasi di daerah tersebut, yakni PT Agrojaya Tirta Kencana (ATK).
Regu pemadam perusahaan turut dikerahkan untuk membantu tim pemadam dari Manggala Agni Daops Kalimantan XII/Paser, BPBD Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar dan Regu Pemadaman Kebakaran PT Maju Kalimantan Hadapan (MKH)
Manager Humas PT ATK Ferdinan Sinaga menjelaskan, awal mula titik api ini diketahui oleh pihaknya yang sedang mengadakan patroli pada Senin (16/9/2024) lalu, di wilayah desa Tunjungan Kecamatan Muara Kaman dan mengarah ke Desa Sabintulung.
"Saat itu api berjarak sekitar 2,2 km dari areal HGU (Hak Guna Usaha) PT ATK, areal yang terbakar merupakan kawasan gambut. Karena cukup sulit dipadamkan sehingga tim membasahi tanaman di sekitar sebagai antisipasi dan meminta dukungan dari Manggala Agni Daops Kalimantan XII/Paser, BPBD Kukar dan PT MKH," kata Ferdinan kepada Korankaltim.com Minggu (29/9/2024) hari ini.
Cuaca panas dan angin kencang menyulitkan upaya pemadaman yang dilakukan oleh tim gabungan ini. Kondisi ini diperparah dengan munculnya titik api baru dari desa Liang Buaya dan mengarah ke HGU PT ATK sehingga tim harus membagi personel untuk melakukan pemadaman juga di wilayah Desa Liang Buaya.
“PT ATK menggerakkan semua peralatan yang dimiliki seperti excavator dan dozer untuk membuat sekat bakar sekaligus membuat akses menuju lokasi yang sulit di jangkau untuk pemadaman," paparnya.
Upaya pemadaman yang dilakukan oleh tim gabungan di tiga lokasi tersebut masih berlangsung hingga Sabtu (28/9/2024) kemarin. Karena areal yang terbakar merupakan lahan gambut sehingga tim terus berusaha ekstra sampai api benar-benar padam.
Mereka menduga kebakaran ini disebabkan oknum warga yang sengaja membakar dan tidak bertanggung jawab.
"Untuk itu kami membuat laporan ke pihak Polsek Muara Kaman karena dampak kebakaran ini sudah sangat merugikan PT ATK yang arealnya juga ikut terbakar, berikut dengan tanaman kelapa sawit," tutup Ferdinan.
Editor: Aspian Nur