Beseprah, itulah nama kegiatan yang digelar tersebut, merupakan tradisi makan bersama Kesultanan Kutai Kartanegara bersama rakyat.
Beseprah yang berlangsung pagi tadi dilaksanakan di Jalan Diponegoro, Kecamatan Tenggarong, tepatnya didepan Museum Mulawarman. masyarakat bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup pemerintahan setempat menggelar terpal dan membawa makanan tradisional khas Kutai hingga aneka jajanan.
Sultan Kutai Kartanegara Aji Muhammad Arifin mengatakan, tradisi ini sudah ada sejak lama, setiap tahunnya masyarakat selalu menunggu karena Beseprah sebagai identitas keakraban raja dengan rakyatnya.
“Kami selalu menerima masyarakat dari kalangan manapun untuk sama-sama merayakan Beseprah,” kata Arifin kepada Korankaltim.com disela acara.
Beseprah sendiri memiliki filosofi yakni duduk sama rata berdiri sama tinggi, artinya tidak ada yang membedakan antara kalangan atas dan bawah, semua berkumpul dan bahagia menyantap suguhan aneka ragam hidangan.
Sementara Penjabat Sementara Bupati Kukar Bambang Arwanto menyebut Beseprah sebagai tradisi yang memiliki nilai-nilai kebersamaan dan kesetiaan pemimpin daerah dalam berbagi. Suksesnya Erau karena melibatkan masyarakat di dalamnya. “Ini sebagai rasa syukur dan cinta kita terhadap sesama, kita libatkan masyarakat sebagai tanda kesuksesan Erau,” ujar Bambang
Bambang berharap tradisi ini dapat dilestarikan oleh generasi penerus, mengingat Beseprah menjadi simbol kedamaian di Kukar karena menyatukan banyak kalangan.
Editor: Aspian Nur