Kebakaran pertama terjadi Senin (16/9/2024) pekan lalu di Desa Sabintulung dan dua hari berselang, Rabu (18/9/2024) karhutla melanda Desa Liang Buaya di kawasan perkebunan PT ATK.
Luasnya wilayah kobaran api membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Kartanegara hingga hari ini masih melakukan pemadaman di Desa Liang Buaya.
Kepala BPBD Kukar Setianto Aji mengatakan, ada sekitar 200 hektar lahan yang hangus terbakar di dua desa tersebut.
“Tim saat ini masih di lapangan sekaligus pergantian personel dan alat agar mempercepat proses pemadaman,” kata Setianto kepada Korankaltim.com, Rabu (25/9/2024) hari ini.
Saat ini kebakaran lahan tersisa di Desa Liang Buaya kawasan perkebunan PT ATK. Dengan skala karhutla yang besar, BPBD Kukar mengajak pihak perusahaan dan beberapa instansi terkait, untuk mencari alternatif agar mempercepat proses pemadaman, khawatirnya terjadi sesuatu yang mengganggu kesehatan personel dan masyarakat sekitar.
“Kami sudah mendirikan posko juga telah melengkapi logistik beberapa obat-obatan serta pasokan oksigen,” sebutnya.
Beberapa teknik pendinginan api telah diupayakan seperti melakukan pemadaman disaat pagi hari, karena titik tingkat pelemahan api kisaran pukul 05.00-08.00 WITA.
Beberapa personel yang ikut terjun langsung ke proses pemadaman, juga silih berganti, terlebih mengutamakan keselamatan serta mengabarkan kondisi terkini.
“Karena disana dalam keadaan blank spot, jadi beberapa personel yang telah turun ke lapangan kembali ke posko dan bergantian dengan personel baru,” pungkas Setianto.
Editor: Aspian Nur