Kepala Desa Jembayan, Erwin mengatakan jalan itu amblas akibat dilalui kendaraan berat. Imbauan yang dibuat bagi kendaraan besar untuk tidak melintas di lokasi itu tidak diindahkan.
“Kemarin terjadi kerusakan hingga mengakibatkan badan jalan yang di posisi tengah patah,” jelasnya, Jumat (20/9/2024).
Pihaknya juga telah melaporkan ke Dinas Perhubungan Kukar, tetepi hingga kini belum ada respons. "Mereka mengatakan jalan ini kewenangan provinsi,” tuturnya.
Erwin menyatakan ada jalur alternatif yang dapat dilalui roda dua, lokasinya bertempat di area Pasar Loa Kulu, tetapi masyarakat tetap memilih jalur utama meskipun keadaan rusak dan harus mengantre.
Jalan amblas itu tidak hanya mengganggu lalu lintas, tetapi jua menyebabkan pipa PDAM patah. Dampaknya, air tak mengalir ke rumah-rumah warga.
“PDAM Bakungan telah melakukan perbaikan. Untuk saat ini warga beraktivitas menggunakan air Mahakam,” ujar Erwin.
Warga sekitar, Resti (32) berkata, di lokasi itu sering terjadi kecelakaan tunggal, karena kondisi jalan yang sempit, dan terdapat genangan serta badan jalan yang patah membuat kendaraan tersangkut.
“Genangan di patahan ini naik jika malam hari karena meningkatnya tekanan PDAM, yang ditakutkan longsornya sampai di rumah kami,” ungkap Resti.
Dirinya berharap ada tindakan dari pemerintah untuk mengatasi kerusakan jalan nasional itu.
“Karena setiap hari itu ada saja yang terkikis, sekarang saja jalan sudah seperti tebing,” pungkasnya.
Editor: Supiansyah