Wajar kalau Kepala Desa Rapak Lambur Muhammad Yusuf merasa bersyukur atas prestasi yang diraih, terlebih Desa Rapak Lambur akan mewakili Kaltim dalam lomba DBB penanganan stunting tingkat nasional Oktober bulan depan.
"Kami dari Desa Rapak Lambur menganggarkan sekitar Rp112 Juta tahun 2023 lalu untuk penanganan stunting. Dana tersebut dialokasikan untuk berbagai program, termasuk pemberian makanan tambahan. Penanganan stunting ini terlihat dari APBD desa kami dan penginputan data ke aplikasi yang terhubung langsung ke Kementerian," ucap Yusuf kepada Korankaltim.com, Kamis (19/9/2024).
Desa Rapak Lambur terpilih menjadi juara setelah mampu mengalahkan desa lainnya yakni Desa Kahala di Kecamatan Kenohan dan Desa Hambau di Kecamatan Kembang Janggut. Desa Rapak Lambur unggul berkat kelengkapan berkas serta keberhasilan menurunkan angka stunting hingga 0 persen.
"Awalnya ada 5 kasus gizi buruk dan indikasi stunting sekitar 30 anak tapi setelah memberikan makanan tambahan lebih dari 40 hari, kondisi mulai membaik," ungkap Yusuf.
Desa yang dipimpinnya juga aktif dalam sosialisasi dan evaluasi, bekerja sama dengan tiga posyandu di desa yaitu Posyandu Tunas Mekar I, II, dan III.
Pada lomba tingkat nasional diharapkan Desa Rapak Lambur bisa meraih posisi lima besar dan membawa nama Kabupaten Kutai Kartanegara lebih baik lagi dalam penanganan stunting.
"Semoga melalui desa kami Kabupaten Kukar semakin dikenal atas peran pentingnya dalam penanganan stunting. InsyaAllah Senin nanti ada kunjungan Ibu Pj Gubernur ke desa kami," tutup Yusuf.
Editor: Aspian Nur