Diraihnya juara umum ini tentu berkat kontribusi para kafilah Kutai Kartanegara (Kukar) karena dari 59 total peserta dari Kaltim, 18 di antaranya berasal dari Kukar. 17 di antaranya berhasil mempersembahkan juara, baik itu juara pertama, kedua dan ketiga dari berbagai macam kategori yang dilombakan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar Sunggono yang juga Ketua LPTQ Kukar mengatakan Pemkab Kukar sangat berbangga atas hasil ini dan justru diluar ekspektasi LPTQ Kukar karena dari 17 yang meraih juara ini sembilan orang meraih juara pertama.
"18 dari Kukar, 17 orang juara dengan sembilan orang diantaranya meraih juara 1, artinya ya dari kafilah perwakilan Kukar 99 persen semuanya meraih juara. Kita berbangsa namun justru jadi tantangan kami di LPTQ kabupaten, karena yang juara satu ini nantinya tidak boleh ikut MTQ provinsi," kata Sunggono kepada korankaltim.com, Kamis (19/9/2024).
Dengan demikian LPTQ Kukar lanjut Sunggono sudah harus mempersiapkan regenerasi kafilah Kukar yang akan dipersiapkan untuk MTQ provinsi Kaltim. Seperti diketahui bersama Kukar merupakan juara bertahan enam kali berturut-turut MTQ tingkat provinsi Kaltim.
"Tahun ini strategi kita yaitu untuk bisa ikut MTQ kabupaten maka kecamatan yang boleh ikut adalah kecamatan yang telah melaksanakan MTQ tingkat kecamatan," ungkapnya.
Selain pembinaan yang berjenjang dari desa-desa ke kecamatan dan ke tingkat kabupaten, LPTQ Kukar juga sudah melakukan rapat kerja dan rapat evaluasi untuk pembinaan. Adapun salah satu fokus LPTQ untuk tahun ini Sunggono menyebutkan pihaknya bakal merekrut pelatih MTQ dengan lisensi nasional.
"Jadi untuk cabang-cabang yang memang menjadi andalan dan untuk pembinaan yang berkesinambungan kita akan rekrut pelatih nasional," sebutnya.
Selain itu, Pemkab Kukar juga akan mengakomodir sembilan kafilah Kukar yang meraih juara pertama pada MTQ Nasional dengan dihadiahi masing-masing satu unit rumah.
"Bonus rumah yang dijanjikan bupati insyaAllah segera kita upayakan di tahun ini, kami sudah koordinasi dengan penyedia (kontraktor pembangunan rumah, red) untuk lokasinya ada beberapa alternatif, ada di perumahan Jokowi, selimpat atau yang di gunung belah," demikian Sunggono.
Editor: Supiansyah