“Pertama sekitar 60 orang namun tiba-tba melonjak jadi 160 pasien," jelas Eva Arnawati, KTU Puskesmas Sebulu kepada korankaltim.com, Senin (16/9/2024).
Mereka mengalami gejalanya diare, mual dan muntah. Bahkan tak hanya orang dewasa, beberapa balita juga mengalami hal serupa.
Eva menjelaskan, di antara pasien ada yang mengalami sakit di perut. "Beberapa dari mereka sudah membaik sempat pulang, tetapi kembali lagi karena gejalanya kambuh,” ungkapnya.
Banyaknya warga yang keracunan membuat tenaga kesehatan sempat kewalahan karena personel yang terbatas. Saat kejadian, hanya ada tiga perawat.
Pihak Puskesmas juga telah meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk mengambil sampel makanan yang diduga sebagai penyebab keracunan massal ini.
Saat ini, pasien di Puskesmas Sebulu perlahan berkurang, karena beberapa dialihkan rawat jalan. Petugas medis pun bertambah sebanyak 10 orang.
“Kami berharap, ada bantuan tambahan dari pemkab mengingat tenaga kami yang sedikit dan kejadian ini lonjakannya sangat tinggi,” tutupnya.
Editor: Supiansyah