Hal ini disampaikan Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim Akmal Malik yang menyebut pelaksanaan MTQ Nasional XXX/2024 yang sudah diujung kegiatan dan berlangsung di Samarinda berawal dari mimpi besar masyarakat Benua Etam.
"Karena Kalimantan Timur ini merupakan tempat kerajaan Islam yang besar yang berlokasi di Kabupaten Kutai Kartanegara," kata Akmal Minggu (15/9/2024).
Karena itu pemprov berupaya membumikan Alquran. "Apalagi MTQN di Kaltim tahun ini terselenggara setelah hampir 48 tahun sejak tahun 1976," jelasnya.
Pelaksanaan MTQN tahun ini tidak mudah karena dihadapkan pada perencanaan-perencanaan lama yang belum memberikan ruang pada pembinaan Alquran.
"Karena itu pemprov bersama kantor wilayah Kementerian Agama Kaltim melakukan rekonstruksi anggaran khususnya peningkatan pada anggaran LPTQ (Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an)," katanya.
Apalagi Ketua LPTQ Kaltim ditangani Sekretaris Daerah (Sekda) Kaltim Sri Wahyuni yang menurut Akmal Malik telah melakukan berbagai langkah-langkah yang tidak biasa.
"Seperti training center (TC) yang diikuti oleh seluruh peserta Kafilah Kaltim sembilan kali," jelasnya.
Dengan proses persiapan yang telah di lakukan dari jauh-jauh hari, Akmal Malik mengungkapkan, 56 peserta MTQN ke-30 di Kaltim yang lolos sampai ke babak final mencapai 34 peserta.
"Itu jumlah yang luar biasa banyaknya dan mungkin terbesar," ucap Akmal lagi.
Kalau nantinya Kafilah Kaltim mampu menjadi juara umum, maka LPTQ Kaltim akan bergerak lebih masif serta mendorong kerjasama dengan pondok pesantren di Kaltim untuk pembinaan dari berbagai bidang cabang MTQ.
"Misal di beberapa pondok pesantren yang punya kekhususan (pembinaan) seperti tilawah, tahfidz, tartil, serta kaligrafi," pungkasnya.
Editor: Aspian Nur