Keduanya adalah Altaf Abi Putra Julkarnain berusia 10 tahun dan Vegar Repuel Tonapa berusia 9 tahun, warga Desa Bangun Rejo.
Camat Tenggarong Seberang Tego Yuwono menjelaskan, dua bocah itu sedang berenang bersama teman-temannya di pinggir danau, nahas keduanya tenggelam dan tak terselamatkan.
“Saat kejadian teman-temannya ini sempat meminta tolong ke warga, mereka kesulitan mencari karena danau itu lumayan dalam,” kata Tego kepada korankaltim.com, Minggu (15/9/2024).
Tego yang mendengar kabar itu, langsung menghubungi Polsek Tenggarong Seberang dan BPBD Kukar untuk melakukan pencarian. “Sekitar jam tujuh malam kedua anak ini ditemukan dalam keadaan meninggal dunia,” sebutnya.
Sementara aparat kepolisian saat diberitahu oleh warga langsung melakukan identifikasi dan ikut mencari keberadaan dua bocah itu. “Keduanya sudah dikebumikan ditempat mereka masing-masing,” ucap Kasat Reskrim Polsek Tenggarong Seberang, Ibda Cheris.
Sebelumnya kedua bocah tersebut menuju area tengah danau dan berenang bebas tanpa menggunakan pelampung. Setelah ditemukan jasad keduanya, pihak kepolisian melakukan olah TKP dengan membentangkan garis pembatas, pihaknya juga mengamankan barang bukti berupa dua pasang baju milik Altaf dan Vegar. “Kami juga mengimbau untuk para orangtua agar tetap waspada dan siaga, ketika anak bermain,” ujar Cheris.
Diberitakan sebelumnya lubang eks galian tambang batu bara di Desa Bangun Rejo atau L3, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara memakan korban pada Sabtu (14/9/2024) sore kemarin Dimana dua anak dikabarkan tenggelam saat berenang dan ditemukan meninggal dunia.
"Kejadian sebelum salat Ashar tadi. Korbannya ada dua orang, masih SD. Mereka berenang tanpa pengawasan orang tua," kata Zainul, warga Desa Bangun Rejo.
Editor: Aspian Nur