Dirtek Perumda Tirta Mahakam, Abdul Latif didampingi Asisten Manajer Humas dan Protokol Wahono mengatakan pihaknya ke depannya akan membangun sistem teknologi informasi guna maksimalkan kegiatan teknis dalam upaya pemenuhan kebutuhan layanan air bersih kepada masyarakat.
"Kita akan pakai teknologi informasi SCADA (supervisory control and data acquisition) dengan IOT internet optic rata-rata kita sekarang kan belum bisa memonitoring cabang dan ranting kita untuk kapasitas produksi kapasitas pompa distribusi yang didistribusikan ke pelanggan jadi nanti dengan adanya itu kita bisa memonitoring dan mengambil langkah-langkah yang cepat," kata Abdul Latif.
Langkah cepat yang diambil yakni menyikapi semisal ada anomali data berkaitan dengan peningkatan Non Revenue Water (NRW) yakni kehilangan air di jaringan distribusi.
"Maka akan segera diidentifikasi dengan cepat misal kita akan pasang air valve seperti pendistribusian air untuk RS Dayaku Raja Kota Bangun, nanti targetnya akan kita tingkatkan, kita pasang di poin atau titik-titik kritis untuk sementara inikan ada udara atau angin yang terjebak di jaringan pipa, dengan adanya air valve nanti maka salah satu kasus yang kita tangani di RS Dayaku Raja Kota Bangun bisa dapat lancar dan cepat pendistribusiannya," terangnya.
Menjadi dirtek yang baru, Abdul Latif bersama dengan direktur umum yang baru yakni Herlina akan memenuhi target 100 persen sambungan rumah sesuai dengan rencana kerja anggaran dan rencana bisnis. Ada target distribusi 22 jam dan ada target water uses atau pemakaian rata-rata pelanggan diangka 25 meter kubik perbulan.
"Dengan meningkatnya itu dan menurunkan NRW, insyaAllah pendapatan juga akan linier dengan kegiatan tersebut optimis InsyaAllah bisa," tegas Abdul Latif yang diamini Dirum Herlina. (*/kk)