Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) Thauhid Afrilian Noor didampingi Kepala Bidang Kebudayaan Puji Utomo mengungkapkan Erau dimajukan dari jadwal karena bertepatan dengan agenda KPU.
“Karena tanggal 22 itu penetapan bakal calon bupati jadi kita majukan,” ungkapnya kepada korankaltim.com, Kamis (12/9/2024).
Ketika ditanya apakah ada perubahan pelaksanaan Erau tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya, Puji menyebutkan untuk setiap prosesi dan rangkaian di dalamnya semuanya tidak ada yang berubah.
“Itu pakemnya sudah tidak bisa kita ubah, karena acara adat itu di keraton dilaksanakan oleh kesultanan acara seperti biasanya tidak ada yang berubah,” sebutnya.
Kemungkinan, lanjut Puji adapun yang berubah adalah terkait jumlah peserta yang menghadiri untuk Erau kali ini, hal ini menyikapi untuk kepentingan bersama dan berkaitan erat dengan proses tahapan pilkada Kukar.
“Kalau dulu kita bisa mengundang semua orang karena berkaitan dengan Pilkada ini ada imbauan sedikit jadi terbatas, namun tetap bisa hadir hanya saja jangan mengenakan atribut-atribut partai, ini upaya kita bersama lebih menjaga kondusifitas,” sebutnya.
Setiap pelaksanaan erau pemerintah kabupaten pasti menyediakan stand expo untuk diisi seluruh perangkat daerah dan para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) serta pelaku ekonomi kreatif sebagai wujud memberdayakan dan meningkatkan perekonomian masyarakat dalam balutan pelestarian budaya dan untuk peningkatan sektor pariwisata.
“Kalau expo itu dilaksanakan di kawasan Rondong Demang kemudian juga ada dilaksanakan olahraga tradisional oleh kawan-kawan Dispora selaku perangkat daerah pemangkunya kemudian Diskop UKM terkait UMKM dan Dispar terkait ekraf, kami hanya pembukaan erau sampai penutupan, pembukaan dilaksanakan di Stadion Rondong Demang melibatkan 800 an penari,” tegasnya.
Editor: Supiansyah