Penilaian terhadap masjid tersebut berlangsung Rabu (11/9/2024) hari ini oleh tim penilai dari Subdit Kemasjidan Ditjen Bimas Kemenag RI di Sekretariat Yayasan Masjid Sadjid, diterima Lurah Baru Bayu Ramanda dan Ketua Yayasan Masjid Sadjid Syamsul Maarif beserta jajarannya.
Dengan penilaian itu tim ingin mengetahui secara faktual aktivitas Masjid KH Muhammad Sadjid dalam mengimplementasikan kegiatannya ke arah ramah duafa dan musafir. Pengecekan dilakukan mulai dari dokumen administrasi, dokumentasi pendukung sampai pada sarana prasarana penunjang.
Dihadapan tim Syamsul Maarif mengutarakan secara lengkap berbagai kegiatan Masjid Sadjid secara keseluruhan.
“Jadi kami disini berupaya melibatkan semua pihak untuk memakmurkan masjid baik dalam hal penyelenggaraan ibadah wajib maupun kegiatan bermanfaat sosial lainnya,” ujar Syamsul kepada Korankaltim.com disela kegiatan penilaian.
Ramanda menambahkan, masjid yang akrab disebut dengan Masjid Sadjid Kampung Baru ini sudah berusia 20 tahun dan jamaah masjid bukan hanya dari warga Kelurahan Baru tapi juga daerah lain. “
Karena posisinya berada di jalan poros kabupaten jadi memiliki daya tarik tersendiri. Tidak sedikit orang yang pertama kali singgah ke masjid ini pasti akan mau lagi salat di sini lagi,” tegasnya.
Hadirnya tim penilai semakin menasbihkan Masjid Sadjid memang layak menjadi masjid percontohan seperti yang sering disampaikan Bupati Kukar Edi Damansyah pada setiap waktu dan kesempatan.
Dari rutinitasnya memimpin kegiatan safari subuh berkunjung ke ratusan masjid yang ada di Kukar, Edi Damansyah menilai masjid yang terbaik dari segi manajemen, fisik dan program adalah Masjid KH Muhammad Sadjid di Kelurahan Baru.
“Masjid KH Muhammad Sadjid adalah masjid terbaik dan sangat layak dijadikan contoh bagi masjid lain di Kukar. Tidak perlu mengeluarkan biaya besar untuk studi banding ke luar daerah, cukup datang ke Masjid KH Muhammad Sadjid Tenggarong saja sudah cukup,” sebut Edi.
Editor: Aspian Nur