Dalam video yang beredar terlihat seorang lelaki berlumuran darah dan diangkat ke atas mobil dalam kondisi berdarah-darah.
Informasi yang diperoleh Korankaltim.com di lokasi kejadian, peristiwa perkelahian itu berawal karena hal sepele, memegang kepala.
Nana, saksi yang melihat kejadian dan merupakan penjaga warung di kawasan tersebut menceritakan, awalnya seorang pria bernama Edi datang menemui temannya Mus yang saat itu sedang minum alcohol dan dalam kondisi mabuk. Edi pun ikut nimbrung dalam satu meja bersama Mus.
“Mus ini dalam pengaruh alkohol tinggi dan waktu temannya datang tidak terima pas dipegang kepalanya sama Edi, akhirnya terjadi baku hantam menggunakan senjata tajam berupa pisau, kena di ujung mata Edi,” kata Nana Jumat (6/3/2024) pagi ini.
Edi sempat melawan dan membalas aksi Mus sehingga membuat Mus naik pitam dan berniat menghabisi Edi.
“Mereka gelut (berkelahi) ditengah-tengah lapangan Pasar Seni, warga tidak bisa melerai karena takut mereka bawa senjata tajam. Setelah terlepas baru dipisahkan,” ujar wanita 44 tahun itu.
Tim Inafis dari Polres Kukar yang mendapat laporan datang dan langsung membawa Edi dan Mus ke RSUD AM Parikesit.
Kejadian tersebut membuat pedagang di Pasar Seni Tenggarong ketakutan karena sudah beberapa kali baku hantam terjadi.
“Semoga saja ini yang terakhir takut sekali kami kalau kejadian lagi,” harap Nana.
Editor: Aspian Nur