Kapolres Kukar, AKBP Heri Rusyaman mengatakan apel ini digelar sebagai bentuk pengecekan akhir kesiapan personel maupun sarana dan prasarana Operasi Mantap Praja Mahakam, guna menjaga kelancaran dan keamanan.
Operasi pemantapan ini akan dilaksanakan selama kurang lebih 126 hari, terhitung 26 Agustus hingga 16 Desember yang diikuti 635 personel.
“Tahun 2024 ini merupakan momen politik ini pekerjaan besar bagi kami sekaligus menentukan masa depan bangsa kita,” jelasnya, kepada Korankaltim.com.
Kata Heri, pilkada memiliki kompleksitas tersendiri karena dalam pelaksanaannya serentak dengan kondisi geografis yang beragam. Sehingga pihak kepolisian harus memiliki kesiapan dalam menjaga karakteristik kerawanan yang dapat menimbulkan konflik sosial secara horizontal maupun vertikal.
“Kami juga turut memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, sebagai bentuk kesatuan dan stabilitas menjaga kamtibmas pada Pilkada,” ucapnya.
Pihaknya juga mengantisipasi adanya terorisme, melihat Pemilu 2019 lalu terdapat enam aksi serangan teror. Sehingga Polres Kukar menjaga keamanan dengan ketat.
“Kami juga melakukan optimalisasi berupa preventive strike agar pelaku teror berhasil ditangkap sebelum melangsungkan aksinya, memastikan tidak ada letupan kecil di Kukar,” tegasnya.
Heri berharap, menjelang Pilkada 2024 masyarakat dapat mematahui aturan yang ada, serta tetap tertib dan kondusif dalam memilih. “Kepada para personel laksanakan pengamanan dengan penuh tanggung jawab, humanis dan profesional,” pungkasnya.
Editor: Supiansyah