Para takmir masjid di Masjid Agung SAMS ini sudah melakukan optimalisasi peran masjid yakni bukan hanya sebagai pusat peribadatan dan pemersatu umat saja namun juga berperan dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat. Masjid Agung SAMS sudah dikembangkan menjadi kawasan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).
“Ini berangkat dari kita kami sering berdiskusi terkait biaya operasional masjid yang harus disubsidi melalui Pemkab, itu kondisi perjalanannya makanya kawasan itu tidak hanya peribadatan tapi pusat titik pemberdayaan ekonomi, semoga yang sudah dilakukan DMI di masjid Agung Sultan Aji Muhammad Sulaiman itu menjadi percontohan,” kata Edi kepada Korankaltim.com Kamis (22/8/2024) hari ini.
Masjid berperan sebagai pusat ibadah itu pasti akan berjalan dengan sendirinya, tinggal takmir masjid saja melakukan tata kelola yang baik untuk sarana prasarana sesuai dengan kebutuhan dan pasti umatnya datang. Peran masjid juga sebagai pemersatu, tapi tantangan kedepannya adalah mendorong agar masjid menjadi pemberdayaan ekonomi.
“Apa yang dilakukan ini sudah berjalan sudah tumbuh berkembang di masyarakat, kami Pemkab yang selalu sampaikan kami hadir melakukan penguatan karena arah dan niat tekadnya sama, sehingga optimalisasi peran masjid yang ada di Kukar,” terangnya.
DMI Kukar diminta mengintruksikan kepada pengurus DMI cabang di tingkat kecamatan terus melakukan langkah kerja inovasi kreativitas melihat potensi sekitar masjid. Kalau ada masjid memerlukan kawasan sarana prasarana seperti di masjid agung SAMS pasti akan dibantu pemerintah untuk difasilitasi.
“Tapi kami inginnya keinginan itu dari bawah, jangan dari atas, buat perencanaan yang baik kami bangunkan, kalau sudah punya sumber sendiri bagaimana kondisi disesuaikan dengan konteks di lingkungan masing-masing pasti bisa,” papar Edi.
“Jangan menaruh kotak di tengah jalan karena itu menandakan tidak ada kreativitas sama sekali,” pungkas Edi.
Editor: Aspian Nur