Dihadiri 75 peserta baik secara langsung maupun zoom, beberapa instansi pemerintah daerah yang berkaitan dengan riset kebudayaan, juga melibatkan UMKM, komunitas peduli kebudayaan dan literasi dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Dalam rangkaian ini juga hadir beberapa narasumber terbaik yakni Dr. Kandar Deputi Bidang Penyelamatan, Pelestarian dan Perlindungan Arsip, Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). Dr Ali Akbar Dewan Pakar MOW dan Dr Adrianus Laurens Gerung Waworunto.
Kepala Diarpus Kukar, Aji Lina Rodiah mengatakan dengan adanya agenda ini sebagai perlindungan naskah kuno yang menjadi potensi akademisi sehingga dapat diakui secara global.
“Melalui program ini menjadi pijakan peradaban bangsa bahwa kita harus menjaga warisan budaya dan memastikan sejarah bangsa indonesia tetap terjaga untuk generasi mendatang,” ucapnya.
Dilanjutkan dalam kegiatan tersebut pihaknya juga berkunjung ke Kesultanan Kutai Kartanegara, sebagai bentuk kunjungan dan menjaga silaturahmi. Sebab Kerajaan di tanah Kutai pernah berjaya dan melegenda.
Kandar Deputi Bidang Penyelamatan, Pelestarian dan Perlindungan Arsip, ANRI menyatakan kedatangannya sangat takjub karena dahulu dalam peradaban sejarah Kutai pertana meskipun berpindah-pindah hingga saat ini terbukti dengan adanya kepindahan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kukar menjadi mitranya.
“Ini tidak dapat ditelisik secara ilmiah, tetapi melalui marwah dengan pemaknaan mendalam seteleh kejayaan yang luar biasa dahulu kini kembali lagi dengan adanya modernisasi kepindahan IKN,” ucapnya.
Pihak ANRI juga merasa gembira lantaran kedatangannya disambut dengan hangat oleh tarian kanjar ganjur khas kesultanan Kukar.
Dilanjutkan dengan kunjungan ke Museum Mulawarman, melihat peninggalan bersejarah. Pihaknya menyebutkan Kukar sangat luar biasa memiliki banyak potensi sebagai peradaban pertama di Indonesia.
“Dulunya yang saya tau itu hanya Yupa, tetapi saat ini perubahannya luar biasa. Kita juga ingin memberikan informasi berkenaan Memori Kolektif Bangsa terutama arsip yang tersimpan di global dapat kita representatifkan di masyarakat,” pungkasnya. (*/kk)
Editor: Aspian Nur