Siswa Kelas XII SMA Negeri 1 Kecamatan Kembang Janggut ini akhirnya mampu menuntaskan tugasnya sebagai anggota Paskibraka 2024 baik pada proses upacara pengibaran maupun penurun bendera peringatan HUT ke-79 RI, di Lapangan Upacara Kantor Bupati Kukar, Sabtu (17/8/2024).
Pantauan korankaltim.com, perjuangan Ardiyanus Efentus pada upacara 17 Agustus tahun ini cukup berat. Selama pelaksanaan upacara pengibaran bendera, dirinya menahan rasa sakit di perut. Pikirannya juga tak karuan karena kerinduan akan kedua orang tuanya yang telah meninggal.
"Dia menahan rasa sakit karena perasaan yang mengingat-ingat kedua orang tuanya yang sudah meninggal. Dia yatim piatu sejak usia empat tahun. Dia dibesarkan pamannya, dia bersekolah sambil bekerja di perkebunan kelapa sawit," kata Pelatih Paskibraka, Siswantoro.
Rasa sakit itu membuat Ardiyanus Efentus jatuh pingsan, usai pengibaran bendera. Ia sempat dilarikan ke IGD RSUD AM Parikesit.
"Pingsan dua kali, dan di upacara penurunan bendera sore ini dia yakin dia bisa dan kami izinkan. Alhamdulillah akhirnya dia mampu menuntaskan," ungkap Siswantoro.
Efen sapaan Ardiyanus Efentus mengaku perasannya campur aduk. Senang, bangga, terharus serta rasa sedih akan kedua orang tuanya menjadi satu.
"Perasaan hari ini senang, bangga saya bisa melawan rasa kecewa (sakit, Red) walaupun orang tua saya tidak bisa datang tapi kakak-kakak pamong pelatih medis saya anggap mereka sebagai orang tua saya, meskipun saya sudah ditinggal sejak kecil," ucap Efen sambil terisak meneteskan air mata.
Efen mengungkapkan, pelatih dan pejabat di Kesbangpol serta Dispora sudah ia anggap sebagai orang tua, sehingga dirinya bisa mewujudkan tekad kerasnya menjadi anggota Paskibraka tahun ini.
"Saya cita-cita ingin menjadi tentara, sekolah di SMKN 1 Kembang Janggut. Pagi saya pergi sekolah, siang saya sampai petang bekerja membantu om yang membesarkan saya," ungkapnya.
Ia berpesan agar adik-adiknya di sekolah agar semangat sehingga bisa mengikuti jejaknya sebagai pasukan pengibar bendera, meski berasal dari pedalaman, jauh dari kota.
"Pesan saya kepada adik-adik saya nanti tekad yang kuat dan niatkan untuk bisa membanggakan kedua orang tua," demikian Efen.
Editor: Supiansyah