Kegiatan ini dipimpin langsung Kepala Badan (Kaban) Kesbangpol Kukar, Rinda Desianti dengan diikuti tokoh pemuda, tokoh masyarakat, tokoh agama, organisasi kepemudaan dan organisasi kemasyarakatan serta organisasi keagamaan yang ada di Kecamatan Anggana.
Rinda mengungkapkan pendidikan politik bagi masyarakat ini sangat penting, oleh karena itu kenapa Kesbangpol gencar memberikan sosialisasi karena hal ini upaya mendorong tingkat partisipasi Pemilukada di Kukar yang masih terbilang rendah.
"Beda kalau Pileg Pilpres itu Kutai Kartanegara 2019 sebesar 81,24 persen sedangkan di 2024 ini 83,78 persen, jadi tinggi sehingga tidak terlalu khawatir kalau soal Pileg Pilpres, yang dikhawatirkan itukan pemilihan kepala daerah, kalau mengacu 2020 hanya 57 persen , jadi ini kita dorong bahwa semua masyarakat ini ya bersama-sama kita dalam meningkatkan partisipasi," katanya.
Rinda menerangkan, pentingnya partisipasi masyarakat dalam pemilihan umum khususnya pemilihan kepala daerah karena partisipasi itu mencerminkan legitimasi dan pengakuan masyarakat terhadap pemimpin melalui proses pemilihan. Makanya itulah yang terus di Kesbangpol Kukar, walaupun 2020 itu bisa diperdebatkan persentase nya rendah karena waktu itu Indonesia sedang mengalami pandemi covid-19. Mengakibatkan banyak orang yang belum divaksin dan ada ketakutan keluar rumah dan segala macam, sehingga itu ternyata berkontribusi terhadap rendahnya tingkat partisipasi yang ada di Kutai Kartanegara.
"Namun saat inikan suasananya beda makanya kita dorong kembali, makanya salah satu yang kita dorong untuk diaktifkan berkaitan dengan imbauan itu adalah pada RT karenakan mereka punya fasilitas kapasitas untuk mengimbau masyarakat di lingkungannya, untuk datang ke TPS pada tanggal 27 November," tegasnya.
Tambahan informasi sebelumnya Kaban Kesbangpol juga memberikan pendidikan politik bagi perempuan di Desa Rempanga Kecamatan Loa Kulu. Hal ini dilakukan karena dari data yang diperoleh, tingkat partisipasi politik kaum perempuan di Desa Rempanga dinilai masih rendah.
"Jadi kita melakukan sosialisasi itu berdasarkan data, kalau daerah tersebut tingkat partisipasi politik nya rendah pasti kita kunjungi untuk dilakukan sosialisasi pendidikan politik," tegas Rinda. (*/kk)
Editor: Aspian Nur