Longsoran tanah menimpa rumah hingga roboh dan membuat penghuninya harus mengungsi ke tenda yang disediakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD Kutai Kartanegara.
Kekhawatiran pun mencuat, dirasakan warga setempat kalau musibah alam itu kembali terjadi saat hujan deras kembali mengguyur.
Agus, warga Desa Purwajayayang rumahnya rusak dan tak dapat ditempati satu diantaranya, terlebih tahun ajaran baru untuk anak sekolah sudah berlangsung mulai Senin (15/7/2024) besok.
“Sudah dua malam kami mengungsi, infonya besok anak-anak sekolah, anak saya khawatir bagaimana mempersiapkan keperluan sekolah di tengah kejadian ini,” jelas Agus kepada Korankaltim.com Minggu (14/7/2024).
Tidak hanya dirinya saja yang mengungsi di tenda yang disediakan BPBD, ada empat Kepala Keluarga (KK) dengan dua diantaranya janda masing masing memiliki satu anak dan satu lagi lanjut usia atau lansia yang harus tinggal sementara di tempat tersebut. “Lansia sebelah rumah saya ini habis rumahnya roboh, tidak bisa dibaiki sama sekali,” papar pria 45 tahun itu.
Sementara warga lainnya yaitu Is yang rumahnya juga terkena longsor sebenarnya baru saja memperbaiki dapur dan toilet Rabu (14/7/2024) lalu. Dijelaskannya, longsor memang sering terjadi, tapi kali ini lebih parah.
“Sudah biasa retak bangunan di tepi rumah, tapi kali ini berbeda. Sampai dapur belakang saya sudah tidak bisa dilewati,” kata Is.
Wanita berusia 38 tahun itu mengaku setiap malam tidak dapat tidur karena harus ikut berjaga untuk memastikan rumah dalam kondisi aman.
Dirinya bersama keluarga memilih berada di rumah, lantaran ia memikirkan anaknya besok harus bersekolah.
“Kalau mengungsi situasi kan ramai, ada yang mau belajar gak fokus, terlebih ini tahun ajaran baru masih semangat-semangatnya kasihan anak-anak kalau situasinya darurat seperti ini,” ucapnya.
Warga Desa Purwajaya pun berharap pemerintah setempat melakukan Tindakan cepat, mengecek stuktur tanah yang mereka tempati layak atau tidak untuk dihuni. “Kami meminta kontur tanah ini diperiksa, layak huni atau tidak, semisal tidak kami tidak akan melakukan perbaikan rumah,” tutupnya.
Editor: Aspian Nur