Sebelas tahun lalu, putra mereka, Rizky yang kala itu masih berusia tujuh bulan terjatuh dari kereta. Nahasnya, Rizky terjatuh tepat di pembakaran sampah.
Akibat insiden itu, wajah Rizky terbakar. Beruntung, ia berhasil selamat walau tiga kali menjalani operasi.
Kini Rizky beranjak dewasa, meski dengan kondisi wajah masih nampak bekas sisa luka bakar.
Kepada korankaltim.com, murid kelas 5 SD itu mengatakan ingin menjadi pribadi yang tangguh seperti ayahnya.
"Saya bercita-cita menjadi petugas damkar (pemadam kebakaran, Red)," kata Rizky saat mengikuti khitanan massal yang dihadiri Brigjen TNI Dendi Suryadi di Desa Sebulu Ilir, pekan tadi.
Warga yang mendengar jawaban Rizky ini terharu sekaligus bangga krena seorang anak SD bercita-cita menjadi petugas pemadam kebakaran meski masa lalunya ada kenangan menyakitkan dengan api.
"Luar biasa ya, Rizky ini inspirasi bagi kita semua, artinya dia tidak trauma. Bahwa dengan ketetapan Allah memberi kita ujian yang berat itu bukan halangan kita tidak bisa melanjutkan hidup dengan penuh gairah dan semangat," kata Saiful Anwar, salah seorang tokoh masyarakat Kukar yang menggagas kegiatan baksos khitanan massal ini, Sabtu (13/7/2024).
Syarifno, ayah Rizky berdoa agar cita-cita anaknya itu tercapai.
Ia berharap masyarakat, khususnya teman sebaya Rizky agar bisa bersikap baik kepada putranya itu.
"Mungkin dulu anak-anak ada yang mengejek, saya anggap wajar saja namanya juga anak-anak. Semoga dalam berjalannya waktu sudah gak ada lagi (yang mengolok-olok, red)," harapnya.
Syarifno mengucapkan terima kasih atas kegiatan khitanan massal yang diikuti anaknya. Dia mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan itu.
Editor: Supiansyah