Kobaran api terlihat dari arah belakang toko sembako. Pi’i. warga setempat yang rumahnya terbakar mengaku baru selesai salat Subuh di masjid dan melihat api merambat dari aliran listrik yang bergantungan. Pi’i panik dan langsung bergegas membuka gembok pintu.
“Atap rumah dibelakang itu pendek dan bangunannya kayu, pas saya lihat api merambat cepat ke aliran listrik,” ujarnya kepada Korankaltim.com di lokasi kejadian pagi tadi.
Api kecil itu melebar hingga membakar toko milik Pi’i, melahap habis toko sembako sebagai ladang rejeki semata wayang miliknya, tidak ada yang bisa diselamatkan semua barang-barang dan seluruh berkas penting milik istri dan anaknya hangus terbakar.
“Semua sudah habis terbakar, barang-barang toko, surat-surat penting, saya, istri dan anak hanya membawa pakaian dibadan,” ucapnya dengan sedih.
Dalam musibah itu si jago merah menghabiskan dua rumah empat pintu, toko sembako dan satu bengkel. Warga yang melihat kebakaran langsung membantu memadamkan api bersama Pemadam Kebaran (Damkar) dan relawan.
Kepala Dinas Damkar Kutai Kartanegara Fida Hurasani menjelaskan, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 06.00 WITA. Mereka sedikit kesulitan lantaran kondisi kebakaran berada dalam posisi ke arah dalam dan terbatasnya sumber air. “Ada 10 mobil Damkar dan 30 lebih tim kami melakukan pemadaman dengan cepat,” kata Fida.
Editor: Aspian Nur