Masyarakat antusias menyaksikan tarian massal dan juga pertunjukan seni dari kelompok kesenian dan paguyuban di atas panggung. Mereka tampil memukau.
Dwi (26), warga Jembayan, Loa Kulu merasa takjub menyaksikan seremoni pembukaan KFBN. Rangkaian kegiatan mulai dari parade hingga pagelaran tari massal yang berjumlah ratusan penari, menampilkan tarian kreasi dari berbagai pulau di Indonesia.
Dia mengaku perjalanan kurang lebih satu jam ini dari Jembayan ke Tenggarong terbayar lunas dengan penampilan elok para penari dan pelaku seni yang memanjakan mata.
“Saya senang melihat tari kanjar ganjur, karena tariannya lembut dan musiknya nyaman di dengar, sama tari jepan kreasi pembawaa musiknya ingin menari,” katanya saat berbincang dengan Korankaltim.com.
Dwi datang bersama sejumlah warga Jembayan unyuk menyaksikan pembukaan KFBN. Mereka ikut menikmati pegelaran tersebut dari awal hingga akhir.
“Semoga tahun depan akan ada festival ini lagi, selain mendatangkan masyarakat sekaligus mengenalkan budaya di Kutai,” ungkapnya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar Sunggono mengatakan event ini merupakan branding dari Tenggarong Folk Art Festival (TIFAF) yang sekarang dikenal dengan sebutan KFBN, dengan harapan Kukar Berbudaya, Nusantara Jaya.
“Semua etnis terlibat dalam Kukar Festival Budaya Nusantara, bukan hanya silaturahmi melainkan sebagai penguatan budaya dan kesenian daerah menunjung Indonesia kaya akan budaya,” tuturnya.
Dengan adanya KFBN ini, Sunggono meminta agar masyarakat lebih memahami dan menjaga kebudayaan daerah dengan melestarikan pagelaran serupa, agar esensi seni terus berkembang di kalangan masyarakat.
Pada pembukaan KFBN ditandai dengan pemukulan gendang oleh Sunggono bersama unsur forkopimda. “Mari bersama merayakan ragam budaya dengan penuh semangat kebersamaa,” ucapnya.
KFBN akan berlangsung hingga 13 Juli mendatang. Setiap hari, akan ada ragam kesenian daerah yang ditampilkan di lapangan parkir Pulau Kumala, Taman Kota Raja, dan lapangan Stadion Rondong Demang.
Editor: Supiansyah