Sebanyak 40 kontingen dari 15 kecamatan di Kukar ikut menyemarakkan festival yang dulunya bertajuk Tenggarong International Folk Arts Festival (TIFAF) itu. Mereka menampilkan tari-tarian hingga olahraga tradisional.
“Saya sangat menikmati dari awal hingga akhir, melihat anak-anak kecil di Kukar sudah pandai menari. Bagi saya ini salah satu bentuk melestarikan kebudayaan, dan semangat mereka sangat patut diapresiasi,” ungkap dalah seorang pengunjung dari Samarinda, Sari.
Plt.Kepala Dinas Pariwisata, Sugiarto mengatakan KFBN berlangsung pada 7-13 Juli. Kegiatan diawali Kirab Budaya yang dilangsungkan pada hari ini.
Melalui kegiatan itu, Dispar berharap seni dan budaya Kukar dapat lebih dikenal masyarakat luas, terlebih dengan hadirnya Ibu Kota Nusantara.
Sugiarto menekankan bahwa Kukar tidak hanya menyuguhkan wisata alam, tetapi juga miliki nilai edukasi terhadap esensi ragam seni hingga peninggalan sejarah dari leluhur.
Editor: Supiansyah