Saat ini, berbagai persiapan telah dilakukan, di antaranya oleh para penari massal yang setiap harinya latihan di Stadion Rondong Demang, Tenggarong.
Head Coreografer, Dian Paramita Nur Sandi mengatakan persiapan tari massal ini cukup mepet sebab dari awal perekrutan sampai dengan saat ini hanya perlu 10 hari.
"Diambil oleh tim EO kita hak organizer dan kita bergabung semua untuk menyukseskan cara ini dengan durasi 10 hari," ungkapnya kepada korankaltim.com, Minggu (7/7/2024).
Dian menyebutkan sebanyak 200 penari dari lima paguyuban yang ada di Kukar dan 150 penari umum. "Tujuan kegiatan ini untuk opening kegiatan tahunan dari Dinas Pariwisata yang dulunya itu namanya TIFAF sekarang berganti menjadi Kukar Festival Budaya Nusantara," ungkapnya.
Tahun ini pertama kalinya acara pembukaan menggunakan tari massal sejak peralihan dari TIFAF menjadi KFBN. Filosofi dari tari massal ini, lanjut Dian, mengangkat tiga pilar yang ada di Keraton Kukar.
"Kita ambil dari legenda Kutainya, terus dari pedalaman kita ambil sosok Dayaknya yaitu burung enggang, terus dari pesisirnya kita ambil tari jepennya untuk suku Kutai-nya sendiri. Terus ada lima paguyuban etnik yang bermukim di Kutai Kartanegara seperti Bali, Sulawesi, Jawa sama Sumatera digabungkan menjadi satu. Kita menyambut adanya ibu kota negara yang terbaru seperti itu," jelasnya.
Meskipun waktu persiapan cukup pendek, Dian menegaskan kekompakan penari sudah terlihat. Semuanya dituntut untuk gerak cepat mengingat pelaksanaan hanya tinggal satu hari saja.
"Harapannya acara ini sukses dan lancar walaupun 10 hari kita usahakan seperti event-event sebelumnya," demikian Dian.
Editor: Supiansyah