Jembatan Sebulu membentang di atas Sungai Mahakam, menghubungkan Dusun Sirbaya-Desa Sebulu Modern. Jembatan ini tak hanya menjadi urat nadi perekonomian di wilayah Kukar bagian tengah, tapi juga Kabupaten Kutai Timur.
Edi Damansyah di hadapan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Adji Muhammad Arifin serta masyarakat mengatakan pembangunan Jembatan Sebulu masuk dalam 10 program prioritas Kukar Idaman, sesuai visi misi keempat, yakni meningkatkan kualitas layanan infrastruktur dasar dan konektivitas antarwilayah.
"Komitmen pemkab menyaksikan dan memastikan karena sebelumnya pembangunan jembatan ini telah dilakukan supervisi oleh KPK," kata Edi.
Edi meminta kontraktor untuk mengerjakan tepat waktu atau dalam tempo dua tahun. Selama pembangunan, tim KPK akan melakukan supervisi satu bulan sekali. Pemkab Kukar juga bertekad mengawasi pengerjaan konstruksi dengan harapan jembatan itu berdiri kokoh.
Selama puluhan tahun, masyarakat dari atau menuju Sebulu masih mengandalkan feri tradisional untuk menyeberangi Sungai Mahakam. Lalu lintas di kawasan itu cukup padat karena tidak hanya dilalui warga Kecamatan Sebulu tetapi juga Muara Kaman. Bahkan beberapa kecamatan di Kabupaten Kutim juga mengandalkan jalur ini untuk bepergian ke Tenggarong maupun Samarinda.
Editor: Supiansyah