Data ini diketahui berdasarkan laporan melalui imunisasi di Posyandu dan data tumbuh kembang anak setiap bulannya serta berdasarkan laporan hasil pengecekkan di lapangan proporsi anak yang stagnan.
Melihat kasus ini, Pemdes mengupayakan melalui program desa yang didampingi secara langsung oleh Puskesmas Rimbayu serta peran Posyandu setiap RT dalam membantu 12 anak tersebut.
"Program yang ditujukan untuk meningkatkan mutu anak selama 3 bulan, dari makanan yang berprotein dan bergizi selama 3 bulan," tuturnya.
Kepala Desa Kota Bangun II, Joko Purnomo mengatakan, anggaran untuk pengentasan stunting sudah terprogram dalam Anggaran Dana Desa (ADD) yang bertujuan untuk meningkatkan gizi anak. Langkah solutif yang diupayakan pihaknya, selain pendampingan dari Puskesmas, melainkan aktifnya lintas sektor kader Posyandu. Sebanyak 6 Posyandu bahagia secara gencar mendata tumbuh kembang anak di masing-masing RT. "Untuk 12 anak turut didampingi dari pihak desa, Puskesmas serta Posyandu secara terus menerus," ujarnya.
Joko berharap 12 anak yang terindikasi stunting ini nantinya bisa teratasi dan diupayakan dengan maksimal dalam pemberian gizi yang memadai, serta penguatan dan edukasi untuk para orang tua agar mengetahui ciri-ciri stunting sedari dini.
"Kami berharap stunting di Desa Kota Bangun II lekas teratasi dari Pemdes dan ke depannya anak-anak tidak ada terjangkit stunting lagi," tutup Joko.
Sekadar diketahui, penduduk yang ada di Desa Kota Bangun II tercatat sebanyak 2.500 jiwa, sedangkan jumlah anak-anak 400 jiwa yang tercatat di pencatatan sipil.
Editor: Maruly Z